Ferdinand Umpat Moyes Lewat Biografi

Klub

Pemain Bintang


  • R. Ferdinand

Pemain Queens Park Rangers, Rio Ferdinand  

VIVAbola – Eks bek Manchester United Rio Ferdinand mengatakan, pendekatan taktis David Moyes saat melatih MU musim lalu sangat memalukan. Hal ini diungkapkannya dalam biografi berjudul, 2sides.

Menurutnya, Moyes pelatih yang tidak jelas dan gagal menerapkan pandangan dan taktik bermain terhadap para pemainnya. Hal itulah yang membuat MU tampil buruk dan gagal juara satu gelar pun musim lalu.

“Dia mencoba memaksakan pandangan yang dia punya. Tapi terkadang dia tidak pernah benar-benar jelas dengan pandangnnya itu,” tulis Ferdinand dalam buku biografinya itu seperti dikutip Tribal Football. 


“Alhasil, secara tidak sengaja, dia menciptakan getaran negatif terhadap dirinya dan membuat sosok Sir Alex Ferguson (mantan pelatih MU) selalu sosok yang positif,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, gaya bermain MU juga tidak jelas di bawah asuhan Moyes. Ditambah motivasi Moyes ternyata sangat berbeda dengan motivasi para pemain MU saat masih diasuh Alex Ferguson.

“Saya tak menikmati main di bawah asuhannya. Kadang taktik utama kami bermain bola panjang, bola atas, umpan silang. Sesuatu yang sangat memalukan. Inovasi Moyes menyebabkan situasi negatif dan kebingungan.”

“Dia juag selalu berpikir bagaimana menghentikan lawan. Bagaimana kami tidak boleh kalah. Padahal kami sudah terbiasa bermain untuk menang. Dia perlahan-lahan kehilangan dukungan dari kami (para pemain).”

Moyes dipecat musim lalu sebelum kompetisi berakhir. Posisinya sempat digantikan Ryan Giggs sebelum datang Louis van Gaal. Sementara Ferdinand saat ini membela QPR setelah kontraknya tidak diperpanjang MU.

Lihat artikel menarik lainnya di tautan ini.

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left

  • Gemilang Bawa MU Menang, Di Maria Tetap Dikritik Van Gaal

  • Fans MU Berharap Catatan Van Gaal Seperti di Barca & Bayern

  • 8 Fakta Menarik Usai MU Raih Kemenangan Perdana Musim Ini

  • Debut Mengesankan, Blind Jadi “Raja Passing” MU

  • Dikalahkan MU, Redknapp Sebut QPR Hanya Kurang Beruntung

  • Kado Istimewa Van Gaal untuk Sang Istri

  • MU Menang Besar, Van Gaal Belum Puas

right

Ferdinand Umpat Moyes Lewat Biografi

Klub

Pemain Bintang


  • R. Ferdinand

Pemain Queens Park Rangers, Rio Ferdinand  

VIVAbola – Eks bek Manchester United Rio Ferdinand mengatakan, pendekatan taktis David Moyes saat melatih MU musim lalu sangat memalukan. Hal ini diungkapkannya dalam biografi berjudul, 2sides.

Menurutnya, Moyes pelatih yang tidak jelas dan gagal menerapkan pandangan dan taktik bermain terhadap para pemainnya. Hal itulah yang membuat MU tampil buruk dan gagal juara satu gelar pun musim lalu.

“Dia mencoba memaksakan pandangan yang dia punya. Tapi terkadang dia tidak pernah benar-benar jelas dengan pandangnnya itu,” tulis Ferdinand dalam buku biografinya itu seperti dikutip Tribal Football. 


“Alhasil, secara tidak sengaja, dia menciptakan getaran negatif terhadap dirinya dan membuat sosok Sir Alex Ferguson (mantan pelatih MU) selalu sosok yang positif,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, gaya bermain MU juga tidak jelas di bawah asuhan Moyes. Ditambah motivasi Moyes ternyata sangat berbeda dengan motivasi para pemain MU saat masih diasuh Alex Ferguson.

“Saya tak menikmati main di bawah asuhannya. Kadang taktik utama kami bermain bola panjang, bola atas, umpan silang. Sesuatu yang sangat memalukan. Inovasi Moyes menyebabkan situasi negatif dan kebingungan.”

“Dia juag selalu berpikir bagaimana menghentikan lawan. Bagaimana kami tidak boleh kalah. Padahal kami sudah terbiasa bermain untuk menang. Dia perlahan-lahan kehilangan dukungan dari kami (para pemain).”

Moyes dipecat musim lalu sebelum kompetisi berakhir. Posisinya sempat digantikan Ryan Giggs sebelum datang Louis van Gaal. Sementara Ferdinand saat ini membela QPR setelah kontraknya tidak diperpanjang MU.

Lihat artikel menarik lainnya di tautan ini.

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left

  • Gemilang Bawa MU Menang, Di Maria Tetap Dikritik Van Gaal

  • Fans MU Berharap Catatan Van Gaal Seperti di Barca & Bayern

  • 8 Fakta Menarik Usai MU Raih Kemenangan Perdana Musim Ini

  • Debut Mengesankan, Blind Jadi “Raja Passing” MU

  • Dikalahkan MU, Redknapp Sebut QPR Hanya Kurang Beruntung

  • Kado Istimewa Van Gaal untuk Sang Istri

  • MU Menang Besar, Van Gaal Belum Puas

right

Everton Ucapkan Selamat Tinggal pada Stadion Keramatnya

Goodison Park adalah salah satu stadion paling bersejarah di Inggris.

Klub

Pemain Everton merayakan gol (REUTERS/Darren Staples)

VIVAbola – Everton berencana meninggalkan stadion keramat mereka, Goodison Park, dalam waktu dekat ini. The Toffees ingin pindah ke stadion yang berkapasitas lebih besar.

Saat ini, Everton merasa Goodison Park yang berkapasitas 39.600 penonton sudah tidak mampu menampung permintaan tiket yang tinggi dari penonton. Stadion yang berdiri 1892 itu pun rencananya akan ditinggal.

Menurut Daily Mail, Everton berencana untuk pindah ke daerah dekat Walton Hall Park dan akan membangun stadion baru berkapasitas 50.000 tempat duduk. Pembicaraan dengan pemerintah kota Liverpool pun sudah dilakukan.

Rencana untuk pindah stadion ini sudah dikeluarkan sejak akhir tahun lalu. Everton memiliki wacana membangun rumah baru di pinggiran kota Liverpool.

Goodison Park adalah salah satu stadion paling bersejarah di Inggris. Masih mencatatkan sebagai stadion yang paling banyak menggelar laga kompetisi kasta tertinggi Inggris hingga saat ini.

Stadion yang juga disebut sebagai “The Old Lady” ini juga ditunjuk sebagai salah satu stadion yang menggelar laga-laga Piala Dunia 1966. Saat itu, Goodison Park menggelar lima laga termasuk semifinal antara Jerman Barat kontra Uni Soviet.

Namun, suporter Everton banyak yang menentang kepindahan ini. Sebuah grup suporter yang menamakan dirinya Keep Everton in Our City (KEIOC) sudah melakukan perlawanan sejak 2007, saat wacana pemindahan stadion dari pusat kota ditelurkan. (art)

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left


  • Fans Jahil Tempel Alat Bantu Seks ke Telinga Reporter TV

  • Diego Costa Dianggap Tak Respek, Pelatih Everton Maklum

  • 10 Fakta Menarik Drama 9 Gol Everton Vs Chelsea

  • Drama 9 Gol, Chelsea Tumbangkan Everton

  • Babak I, Chelsea 2 Kali Getarkan Gawang Everton

  • Diego Costa Siap Tempur Lawan Everton

Hattrick Costa Kokohkan Chelsea di Puncak Klasemen

Chelsea menang dengan skor 4-2 atas Swansea City.

Klub

Pemain Bintang


  • Diego Costa

Striker Chelsea, Diego Costa, saat merayakan gol ke gawang Swansea City (Reuters/Toby Melville)

VIVAbola – Diego Costa benar-benar menjadi pemain kunci Chelsea di musim 2014/15 ini. Torehan hattrick yang diciptakannya saat melawan Swansea City, Sabtu 13 September 2014 malam, mampu membuat Chelsea kokoh bertengger di puncak klasemen sementara.
Dalam laga yang digelar di Stamford Bridge ini, Chelsea mampu menang dengan skor 4-2. Namun, The Blues mengawali pertandingan dengan cukup buruk.

Koordinasi pertahanan mereka di babak pertama sangat kacau. Swansea mampu unggul lebih dulu di menit 11 ketika John Terry membuat gol bunuh diri. 

Dalam posisi unggul, The Swans bermain lebih percaya diri. Mereka membuat para pemain Chelsea frustrasi karena mampu mendominasi penguasaan bola.
Jelang jeda, Chelsea akhirnya menyamakan skor lewat sundulan Costa yang memanfaatkan umpan pojok Nemanja Matic. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di paruh kedua Chelsea bermain lebih terbuka. Serangan-serangan yang dibangun juga terlihat sangat efektif.
Menit 56, Chelsea berbalik unggul. Umpan Cesc Fabregas dari sisi kiri mampu diselesaikan dengan baik oleh Costa.
Striker 25 tahun itu akhirnya mencetak hattrick pertamanya untuk Chelsea di menit 67. Dengan cerdik, Costa melepaskan diri untuk menyambut umpan dari Ramires. 3-1 Chelsea memimpin.
Chelsea kemudian menambah keunggulan di menit 81 melalui Loic Remy. Ini adalah gol perdana Remy setelah didatangkan Chelsea di bursa transfer musim panas 2014 lalu.

Swansea sempat memperkecil keadaan di menit 85 lewat Jonjo Shelvey. Dan hingga peluit panjang berbunyi, skor 4-2 untuk keunggulan tuan rumah bertahan.

Dengan hasil ini Chelsea berada di puncak klasemen sementara Premier League dengan 12 angka. Sedangkan Swansea berada di posisi runner up dengan nilai 9.

Susunan pemain

Chelsea: Thibaut Courtois; Branislav Ivanovic, Gary Cahill, John Terry (c), Cesar Azpilicueta; Nemanja Matic, Cesc Fabregas (Mohammed Salah 82′); Andre Schurrle (Ramires 46′), Oscar, Eden Hazard; Diego Costa (Loic Remy 72′).
Swansea City: Lukasz Fabianski, Angel Rangel, Jordi Amat (Federico Fernandez 46′), Ashley Williams (C), Neil Taylor, Ki Sung-Yeung, Jonjo Shelvey, Gylfi Sigurdsson, Nathan Dyer, Wayne Routledge (Jefferson Montero 66′), Bafetimbi Gomis (Wilfried Bony 76′).
Baca berita menarik lainnya dengan mengklik tautan ini

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left

  • Babak I, Gol Diego Costa Bikin Chelsea Imbangi Swansea

  • Mourinho Sampaikan Kabar Buruk untuk Swansea

  • Chelsea Dikaitkan dengan CR7, Mourinho: Lupakan Hal Itu!

  • 7 Pemain Bintang yang Terlambat Bersinar

  • Target Manajer Swansea: Jabat Tangan Mourinho

  • Madrid Tanggapi Isu Penjualan CR7 ke MU & Chelsea

  • Semua Mata Tertuju ke Falcao & Welbeck, Akhir Pekan Nanti

right