Kisah Haru Wanita Penderita Tumor Carikan Pasangan Bagi Suami

berterimakasih pada sang suami yang telah merawatnya, seorang istri penderita tumor otak berniat mencarikannya pasangan baru.  

berterimakasih pada sang suami yang telah merawatnya, seorang istri penderita tumor otak berniat mencarikannya pasangan baru.  

VIVAlife - Seorang wanita asal China yang menderita tumor otak meminta bantuan untuk mencarikan pasangan baru untuk suaminya. Yin Feng, nama wanita tersebut, mencoba mewujudkan harapan terakhirnya itu melalui sebuah acara reality show, iDream of China.

Sesuai dengan namanya, acara ini memang bertujuan untuk mewujudkan setiap impian peserta yang hadir dalam acara tersebut. Peserta harus menceritakan kisah mereka pada sebuah panel yang terdiri dari sponsor, bintang tamu spesial dan 300 penonton. 

Jika sponsor menganggap cerita peserta itu menarik, mereka akan membantu mewujudkan mimpi tersebut. Namun sebelumnya untuk membuat impian itu terjadi, peserta harus mendapat persetujuan dari 240 orang atau 80 persen dari penonton yang hadir.

Salah satu peserta dalam acara tersebut adalah Ying Feng. Permintaan Yin Feng di atas panggung, benar-benar luar biasa dan berbeda dari peserta lainnya. Banyak penonton yang hadir merasa terharu pada kisah hidupnya tersebut. 

Wanita 23 tahun itu mengikuti iDream of China setelah dokter memvonis dirinya memiliki harapan hidup yang kecil. Sekalipun ia menjalani operasi otak, kesempatan hidup yang dia miliki hanya 20 persen. 

Bahkan, jika operasi itu berjalan lancar, Ying Feng tetap tidak bisa hidup normal. Ia akan menderita kelumpuhan.

Alasan Ying Feng ingin mencarikan pasangan untuk suaminya, Haibin, dikarenakan ia ingin membalas kebaikan sang suami saat dirinya meninggal nanti. Ying Feng mengungkapkan, Haibin telah menjadi pasangan yang baik baginya. 

“Dia selalu ada disebelah saya, menggendong untuk naik turun tangga dan membantu saya mencuci kaki,” tuturnya. 

Sumber: RocketNews24

VIDEO: Menyambangi Gua Bawah Tanah di Madura

Goa Lebar, salah satu objek wisata di Sampang, Madura,. (sampangkab.go.id)

Goa Lebar, salah satu objek wisata di Sampang, Madura,. (sampangkab.go.id)

VIVAlife – Ketika perang gerilya berlangsung, para pejuang Indonesia bernaung di dalam gua. Mereka beristirahat, bersembunyi hingga membuat strategi demi merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Cerita sejarah ini begitu melekat pada Goa Lebar, Jawa Timur.

Terletak tepat di Sampang, Madura, Goa Lebar dijadikan tujuan liburan keluarga. Anak-anak hingga orang tua mengunjunginya.

Gua terbilang unik. Berada di bawah tanah dan memiliki kedalaman 100 meter. Sulit menemukannya jika tak bertanya-tanya pada warga setempat. Untuk meraihnya, ada tangga-tangga yang akan memandu pengunjung.

Lihat videonya di tautan ini.

Sangat sejuk suasana di sini. Sekitar gua dipenuhi tumbuhan yang masih alami. Saat memasuki gua, wisatawan akan menemukan Patung Sakera, pria yang dibalut dengan pakaian khas Madura. Berhati-hatilah bermain di dalamnya, gua minim penerangan sehingga begitu gelap. Kepala bisa terluka jika Anda terbentur sisi gua.

Usai lelah menjelajah, silakan nikmati segarnya air kolam renang. Tak perlu beranjak ke destinasi lain, di atas bukit Goa Lebar, terdapat kolam renang yang dapat dinikmati bersama keluarga mau pun teman.

Sumber: Topik ANTV

Pemain Bertumbangan, Chelsea Menyerah Kejar Liverpool?

“Saya akan bicara kepada manajemen tentang prioritas,” Jose Mourinho.

Klub

Jose Mourinho (REUTERS/Andrew Winning)

VIVAbola – Hasil imbang yang diraih Chelsea di kandang Atletico Madrid, Rabu, 23 April 2014, harus dibayar dengan cedera yang dialami kiper Petr Cech dan bek John Terry. Situasi ini juga membuat Manajer The Blues, Jose Mourinho, berniat menurunkan pemain-pemain pelapisnya saat bertemu Liverpool akhir pekan ini.

Bertandang ke Vicente Calderon pada leg pertama babak semifinal Liga Champions, Chelsea memang sukses menahan tuan rumah 0-0. Namun satu-satunya wakil Premier League itu, harus membayarnya dengan cedera yang menimpa Cech. Dia cedera bahu dan terancam absen hingga akhir musim. 

Nasib yang tak jauh berbeda juga dialami Terry. Bek andalan The Blues itu juga terancam tidak bisa memperkuat Chelsea karena cedera di kandang Atletico. Selain itu, Mou, juga dipusingkan cedera yang masih dihadapi Eden Hazard. Motor serangan The Blues tersebut bahkan harus absen lawan Los Rojiblancos.

Selain Liga Champions, Chelsea, sebenarnya masih berpeluang di Premier League. Meski tipis, The Blues yang berada di urutan kedua klasemen sementara dengan 75 poin masih mungkin menggusur Liverpool yang saat ini berada di puncak 80 poin. Caranya, tentu dengan menyapu bersih laga yang tersisa sembari berharap, The Reds “terpeleset” saat melewati tiga pertandingan terakhirnya.

Namun Mou mulai putus asa. Pelatih yang dijuluki sebagai The Special One itu bahkan sudah menunjukkan isyarat “lempar handuk” dalam mengejar titel Premier League dan mengutamakan gelar Liga Champions. Apalagi tim yang bakal dihadapi oleh David Luis dan kawan-kawan akhir pekan ini, adalah

Wajar bila Mou enggan “jor-joran” saat timnya bertandang ke Anfield. Sebab, empat hari kemudian, Chelsea akan menjamu Atletico Madrid di Stamford Bridge. Ini merupakan duel penentuan menuju final Liga Champions musim ini. (adi)

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left


  • 4 Pemain Kunci Chelsea Absen di Semifinal Leg Kedua

  • Chelsea Ekstra Bertahan Lawan Atletico, Ini Kata Mourinho

  • 8 Fakta Menarik Usai Chelsea Tahan Imbang Atletico

  • 2 Bintang Chelsea Jadi Korban Keganasan Atletico

  • Minim Peluang, Chelsea Klaim Tampil Bagus

  • Chelsea Tahan Imbang Atletico di Vicente Calderon

  • Babak I, Atletico Madrid Vs Chelsea Masih Sama Kuat

Riset: Sukses Ditentukan oleh Sikap, Bukan Kecerdasan

Kesuksesan dalam bekerja juga diukur melalui sikap seseorang. (http://bothsides.wpengine.netdna-cdn.com/)

Kesuksesan dalam bekerja juga diukur melalui sikap seseorang. (http://bothsides.wpengine.netdna-cdn.com/)

VIVAlife - Bagi sebagian orang, kesuksesan di ukur dengan kecerdasan dan kerja keras. Mereka rela berkutat berjam-jam dengan pekerjaan demi memperoleh jabatan tinggi. Atau berlomba-lomba menjadi nomor satu di bidang akademi demi memiliki pekerjaan yang berbobot.

Padahal, cerdas dan kerja keras bukan satu-satunya ukuran. Menurut para ahli, kesuksesan diukur juga melalui sikap seseorang.

“Ini bukan soal bakat. Ini soal sikap. Sebab, yang sebenarnya memisahkan seorang pemenang dan pecundang bukanlah bakat mereka, tapi sikap mereka,” ujar penulis dan pakar marketing, Seth Godin, dilansir laman Time.

Seth menjelaskan ketika mencari sebuah pekerjaan, komponen pertama yang harus dipenuhi adalah perusahaan harus menyukai Anda. Cara Anda berbicara dan menjawab pertanyaan ketika wawancara, menjadi penentuan apakah Anda layak atau tidak. Meski pengalaman, pendidikan dan faktor-faktor lainnya turut mendukung.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa mereka yang mampu menciptakan kesan baik akan memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding orang yang melakukan pekerjaan dengan baik, tapi tidak bersikap sebaik pekerjaannya. Ini disebut dengan kontra popularitas.

Penelitian lain yang dilakukan MIT terhadap 2.600 karyawan juga menemukan bahwa mereka yang menerima e-mail lebih banyak dari teman-temannya dan lebih terhubung secara sosial, memiliki rata-rata penghasilan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak. Sebab, semakin baik hubungan kerja terjalin maka semakin efektif pula pekerjaan yang dilakukan.

Sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam majalah bisnis BYU juga menemukan bahwa karyawan yang menjadi pengikut setia dalam sebuah misi organisasi, lebih mungkin mendapatkan status dan tingkat pengaruh yang lebih tinggi.

Penelitian ini menemukan, orang-orang yang menunjukkan keyakinan kuat terhadap misi perusahaan akan lebih berpengaruh di dalam perusahaan. Sedangkan mereka yang hanya fokus terhadap target, justru hanya menjadi seorang karyawan biasa. Hal tersebut terlepas dari posisi formal maupun kinerja secara keseluruhan.

Sebab, mereka yang dipandang terbuka dan sejalan adalah orang-orang yang dianggap berhak mendapatkan pengakuan, dukungan dan promosi. Meski mereka tidak memiliki keterampilan lebih baik. Namun, karyawan yang dianggap sangat terampil dan terfokus pada target, justru dianggap memiliki risiko potensial dan tidak dapat dipercaya.