Mengenal ALS, Penyakit Gangguan Saraf Motorik

Penyintas ALS, Stephen Hawking. (Reuters)

Penyintas ALS, Stephen Hawking. (Reuters)

VIVAlife – Anda pasti penasaran dengan aksi menuangkan seember air es ke kepala yang banyak dilakukan para selebritas internasional, baru-baru ini.

Mereka tentu saja tidak melakukan hal itu hanya karena iseng, melainkan sebagai bentuk dukungan penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) atau yang juga dikenal sebagai Lou Gehrig’s Disease.

Apa itu ALS? Melansir situs resmi ALS Association, alsa.org, penyakit tersebut memengaruhi sel saraf motorik di otak serta tulang belakang. Imbasnya, mereka yang terkena penyakit tersebut secara perlahan-lahan akan mengalami kelumpuhan akibat sel-sel saraf motorik yang terus melemah dan mati.

Nama ALS sendiri disarikan dari bahasa Yunani, yang berarti tidak adanya nutrisi otot. Ketika, nutrisi tidak mencapai otot, akibatnya otot tubuh melemah dan akhirnya lumpuh. Selain itu, area lateral di tulang belakang, dimana saraf motorik berlokasi, juga mengalami pengerasan yang memperparah kelumpuhan.

Gejala awal ALS adalah kelumpuhan otot secara tiba-tiba, terutama pada lengan dan kaki. Setelah itu, ALS akan memengaruhi kemampuan berbicara, menelan hingga bernafas.

“Saat otot tidak lagi menerima sinyal dari saraf motorik yang mengatur fungsi pergerakan maka otot akan mengecil dan pada akhirnya tidak bisa menopang tubuh secara keseluruhan,” ujar Direktur Sains dan Wakil Presiden Riset ALS Association Lucie Bruijn, Ph. D.

Bruijn menambahkan, hingga kini penyebab ALS belum diketahui. “Telah banyak riset dilakukan, namun kami belum bisa menemukan penyebab fisiologis dari penyakit ini. Oleh karena itu, hingga kini pun belum ada obat dan perawatan yang bisa menyembuhkan ALS,” katanya.

Meski demikian, terdapat obat yang dianggap cukup bisa menahan dan mengurangi laju kematian saraf motorik pada ALS, yakni riluzole. Ditambah dengan teknologi dan terapi, gejala ALS bisa ditanggulangi dan penderita ALS masih bisa memiliki kebebasan mereka, serta punya harapan hidup yang lebih baik.

Selain itu, Bruijn juga mengingatkan bahwa ALS merupakan penyakit yang sangat variatif. “Tidak ada dua orang ALS yang punya pengalaman atau perjalanan yang sama,” sebutnya.

Salah satu pesohor yang terkenal sebagai penyintas ALS adalah fisikawan Stephen Hawking yang sudah hidup dengan ALS selama lebih dari 50 tahun, serta gitaris Jason Becker yang telah hidup dengan ALS selama 25 tahun.

Lebih banyak menyerang pria

Secara statistik, ALS bisa dikategorikan dalam penyakit langka. Namun, ALS merupakan penyakit saraf motorik yang paling umum ditemukan.

Penyakit ini bisa menyerang berbagai ras etnis, mulai Kaukasia hingga Asia, namun lebih banyak ditemukan pada ras Kaukasia, dengan probabilitas 1,2-4 berbanding 100 ribu. Pada ras lain, angkanya jauh lebih rendah.

ALS umumnya menyerang mereka yang berusia antara 40-60 tahun, tapi tidak menutup kemungkinan menyerang mereka yang lebih muda. Pria lebih banyak terserang ALS dibanding wanita.

Ice Bucket Challenge

Membangkitkan kewaspadaan mengenai ALS dilakukan melalui berbagai cara unik, salah satunya dengan “Ice Bucket Challenge“, alias tantangan menumpahkan air es ke atas kepala, yang mendadak viral awal Agustus 2014.

Tantangan ini diikuti sejumlah pesohor yang menggunggah aksi mereka “mandi” air es ke media sosial, seperti pesepakbola Cristiano Ronaldo, komedian Chris Pratt, Editor Vogue Anna Wintour, David Beckham, Justin Bieber, Lady Gaga, Oprah, hingga mantan presiden George W. Bush.

Tantangan tersebut punya syarat unik, yakni harus menyebutkan sang penantang, kemudian menominasikan orang lain dan kemudian menumpahkan air es ke kepala. Kontestan juga harus menyumbang sebanyak US$ 10 atau setara Rp12 ribu kepada ALS Association di Amerika Serikat atau Motor Neurone Disease Association di Inggris.

Mereka yang menolak melakukan tantangan tersebut diharuskan menyumbang sebesar US$ 100 atau setara Rp1,2 juta untuk riset ALS. (ms)

Jessica Iskandar Bicara soal Pernikahan dan Kehamilan

Jessica Iskandar (VIVAnews/Muhamad Solihin)

Jessica Iskandar (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAlife – Program tayangan Seputar Obrolan Selebriti (SOS) hadir kembali pukul 10.30 WIB. Kali ini, presenter cantik Jessica Iskandar menjadi bintang tamu spesial.

Jessica akan bicara soal pernikahan dan kehamilan yang selama ini ditutup-tutupi. Ada apa dengan Jessica?

“Wah @jess_iskandar is Back! Saksikan Kisah Serunya Di @@SOS_ANTV Jumat, 22 Agustus Pkl. 10.26 WIB LIVE w/ @YuanitaChris,”
tulis twitter SOS.

Saat melangsungkan pernikahan dengan pria asal Jerman, Ludwig Franz Willibald Maria Joseph Leonard, Jessica sempat menghilang dari pemberitaan.

Tidak hanya pernikahannya, keluarga juga membenarkan kabar kehamilan komedian, Jessica Iskandar. Jessica pun dikabarkan akan melahirkan anak pertamanya di luar negeri.

“(Chika) Hamil itu benar. Sekarang sedang menunggu lahir di sana,” kata Henri, kakak Chika, saat ditemui di kawasan Tamansari, Jakarta Barat.

Henri tidak bercerita banyak, negara mana yang akan jadi tempat bersalin Jessica, apakah di Jerman atau Amerika Serikat. (art)

Menilik Empat Lounge Unik di Jakarta

Skye di lantai 56 Menara BCA Thamrin. (AbraResto)

Skye di lantai 56 Menara BCA Thamrin. (AbraResto)

VIVAlife – Kini, tidak harus ke hotel berbintang lima bila ingin bersantap gaya sofa sambil menikmati suguhan musik akustik, atau musik chill out dari aksi turntable seorang DJ.

Semakin banyak pilihan chill out lounge asyik dan seru di berbagai gedung perkantoran, atau mal. Tim AbraResto merangkum beberapa lounge asyik tersebut.

AbraResto.com adalah situs yang mengumpulkan, mengorganisasi, sekaligus meresensi berbagai restoran yang bermanfaat bagi pengguna situs untuk menemukan tempat yang cocok.

Selain itu, manfaat lain adalah dapat melihat, di mana teman pengguna bersantap dan mengetahui apa pendapat teman mengenai pengalaman bersantap di restoran tersebut.

Abraresto.com dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan yang berpusat di Singapura, Abratable Pte. Ltd, yang juga mengoperasikan abratable.com di Singapura, platform reservasi restoran.

Skye

Skye terletak di lantai 56 Menara BCA Thamrin dan sudah hampir setahun ini menjadi salah tempat kongko setelah jam kantor populer di Jakarta.

Skye terbagi menjadi dua bagian. Tata ruang bagian dalam Skye, tak ubahnya restoran. Tetapi, bagian luar telah disulap menjadi lounge yang cantik dan memiliki pemandangan lanskap kota Jakarta cukup menakjubkan.

Sejak menginjakan kaki keluar dari lift, Skye memanjakan pengunjung dengan sentuhan kemewahan. Mulai dari logo Skye yang penuh dengan glitter dan juga pilar marmer yang menjadi aksen ruangan, tampilan minuman dan makanan mereka, begitu juga peraturan dress code bagi pengunjung. Namun, yang terakhir ini, jangan coba-coba menggunakan sandal jepit dan kaos oblong.

Sebagai lounge, Skye selalu menampilkan parade DJ yang sering sekali dikreasikan dengan pertunjukan lain. Peragaan busana, misalnya sehingga sulit untuk tidak jatuh hati dengan tongkrongan elite dari grup Ismaya ini.

Cloud Lounge & Living Room

Selain Skye, ada satu lagi tongkrongan chillout asyik yang berada di gedung perkantoran. Namanya, Cloud Lounge & Living Room dan terletak di lantai 46 dan 49 The Plaza Tower Thamrin. Sesuai namanya, desain interior ruangan memang disulap seperti ruang tamu. Kebanyakan tempat bersantap adalah sofa dengan dominasi warna merah dan emas.

Jika ingin nongkrong di tempat ini, pastikan untuk memesan tempat beberapa hari sebelumnya agar mendapat tempat kongko yang bagus. Usahakan lokasinya di luar dekat bar mereka, karena pemandangan menjelang matahari terbenam dan malam sangatlah mengesankan.

Di Cloud Lounge inilah satu dari sedikit tempat bersantap dan bersantai di Jakarta, yang bisa memberikan pengunjungan pemandangan lanskap 360 derajat. Suguhan musik hidup seperti aksi solo saxofon atau dentingan piano jelas akan membuat suasana semakin akrab.

The 3 House Bistro & Lounge

Konsep dari bistro dan lounge yang terletak di daerah Setiabudi ini sangatlah unik. Pengunjung akan merasakan sensasi bersantap dan kagum akan pemandangan indah di sebuah taman yang asri. Apalagi di Jakarta, sudah sulit sekali menemui taman untuk umum.

Rutinitas pekerjaan jelas membuat penat dan The 3 House bisa dibilang tempat ideal untuk menghilangkan kepenatan tanpa harus pergi jauh-jauh keluar kota. The 3 House ini juga memiliki area luas, sehingga bisa digunakan sebagai tempat merayakan pesta ulang tahun, atau pernikahan.

Sebagai daya tarik pengunjung lainnya, selain atraksi musik hidup akustik, The 3 House sering menampilkan aksi para pelawak stand up yang kini sedang populer. Panggungnya juga sengaja diletakkan di luar ruangan, sehingga sambil menikmati hiburan kita bisa menikmati kesejukan angin natural, tanpa penyejuk ruangan.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah The 3 House buka mulai sore hari, jam lima sore hingga jam satu pagi. Jadi, jangan berencana makan siang ya di tempat ini.

Lucy in The Sky

Satu lagi tempat bersantai di antara hutan beton Jakarta. Namanya, Lucy in The Sky. Satu yang harus diwaspadai bila ingin kongko di tempat ini, saat jam pulang jam kantor menjelang akhir pekan adalah kerumunannya yang akan penuh sesak.

Terletak di lantai atap Fairgrounds, kawasan SCBD, tongkrongan yang menggunakan logo lucu kucing dalam posisi sedang terjatuh dari ketinggian ini memang termasuk tempat yang sedang naik daun.

Desain interior dan eksterior Lucy In The Sky ditata sedemikian rupa menyerupai taman. Bahkan, ada taman rumput dan pot bunga yang cukup luas. Ada bar panjang dan kursi, serta deretan sofa sebagai bagian dari bar mereka.

Sambil bersantai, pengunjung bisa menikmati suguhan DJ lokal berbakat seperti DJ Adith Agri, P Double, atau Anton Wirjono. Sebagai andalan menu yang harus dicoba di tempat ini adalah nasi jeruk, spinach pocket, balado oxtail, atau beberapa minuman andalan mereka seperti Kushberry Hill, Ginsberg, dan Zingiber.

Laporan: AbraResto/Syanne Susita (asp)