Alicia Silverstone Tolak Berikan Vaksin untuk Anak

Alicia Silverstone dan putranya, Bear. (thesuperficial.com)

Alicia Silverstone dan putranya, Bear. (thesuperficial.com)

VIVAlife – Alicia Silverstone menolak untuk memberikan obat kimia kepada anaknya, Bear. Bintang Clueless dan suaminya ini juga tidak ingin memberikan vaksin cacar air dan campak kepada Bear. 

Ia percaya bahwa pola makan alami dan bebas kimia adalah cara hidup yang jauh lebih baik untuk tetap sehat. Kepada People.com, aktris berusia 37 tahun ini bahkan mengklaim, keputusannya itu membuat anaknya tidak pernah sakit. 

“Aku tidak melawan ilmu kedokteran. Hanya masalahnya adalah kita menggunakan itu semua sebagai langkah pertama untuk segalanya, bahkan ketika itu tidak diperlukan,” ujarnya. 

Dalam buku terbarunya, The Kind Mama, Alicia juga menulis bahwa ada banyak bukti anekdot dari dokter yang akhirnya justru membuat sejumlah orangtua menelepon mereka setelah mengklaim bahwa anak tidak akan sakit setelah menerima vaksin. 

Untuk itu, ia mendorong orangtua lain untuk benar-benar belajar agar dapat membuat keputusan yang dianggap baik untuk anak mereka. “Vaksin adalah masalah yang sangat rumit,” tambahnya. 

Alicia mengatakan, Bear jarang sekali sakit. Itu karena anaknya yang kini berusia 2 tahun itu memiliki pola makan yang baik. Menurut Alicia, tubuh Bear sangat sehat dan dapat mempertahankan diri serta menghalau semua hal-hal buruk.

Namun, keterampilan Alicia sebagai orangtua pernah dikritik oleh berbagai pihak. Termasuk caranya mengunyah makanan anaknya sebelum memberikannya. Ia juga menelan plasentanya melalui pil. 

“Aku sangat aman dalam pilihan yang aku buat. Aku percaya naluriku. Dan ketika butuh bantuan, aku akan pergi ke orang yang aku hormati sebagai orangtua atau mereka yang dapat mengilhamiku,” ujarnya. (one)

Identitas Teroris Berlabel “Pemain Arsenal” Mulai Terungkap

Awalnya sempat dikaitkan dengan Lassana Diarra.

Klub

Pemain Bintang


  • L. Diarra

Teroris yang sempat dikaitkan dengan Lassana Diarra (dailymail.co.uk)

VIVAbola – Teka teki sosok teroris bertopeng yang dikaitkan dengan mantan pemain Arsenal, Lassana Diarra, pelan-pelan mulai terkuak. Belakangan, pria yang sempat menghebohkan dunia maya itu diketahui adalah warga negara Portugal.

Dilansir Dailymail, salah seorang sumber menyebutkan, pria misterius itu merupakan warga Leyton, bagian Timur London. Namun, belum jelas apakah dia pernah berlatih atau memiliki kaitan dengan tim asal London Utara, Arsenal.

Sumber lain yang dimiliki Guardian sebenarnya tidak percaya, pria bertopeng itu merupakan pesepakbola profesional. Namun, menurutnya, pria tersebut setidaknya pernah mengikuti seleksi di tim besutan Arsene Wenger tersebut.

Anggapan ini langsung dibantang Arsenal melalui situs resmi klub. “Kami tidak mengenali pria yang ada di video itu dan kami tidak punya catatan, pria ini pernah mewakili klub di semua level,” ujar jurubicara The Gunners.

Dua pekan lalu, situs FiSyria.com, mengunggah video pria bertopeng dengan senjata AK 47. Pria yang menamakan diri Abu Isa al-Andalus itu mengaku berasal dari organisasi Al Qaeda-affiliated Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Dalam tayangan itu, dia mengajak kaum muslim agar meninggalkan negara-negara Barat dan bergabung dengan mereka. FiSyria.com sempat menyebutkan bahwa pria itu adalah pemain Arsenal yang meninggalkan kampung halamannya dan pindah ke London setelah hidup bersama pesepakbola-pesepakbola andal.

Lassana Diarra

Spekulasi pun bermunculan. Entah kenapa, sebagian pihak mulai mengaitkan sosok bertopeng itu dengan Lassana Diarra. Pemain berusia 29 tahun itu memang sempat memperkuat Arsenal (2007-08). Setelah berpindah-pindah klub, mantan pemain Real Madrid itu kini tampil di Liga Rusia bersama Lokomotiv Moskow.

Baik Diarra maupun pihak klub Lokomotiv Moscow telah membantah rumor itu. Pengacara Lassana Diarra, Eric Dupond Moretti, pun berang. Menurutnya, Diarra sampai saat ini masih merupakan pemain Lokomotiv Moscow dan menurutnya, Diarra adalah sosok yang paling menolak perang, dalam kategori apa pun.

“Ini tidak masuk akal. Dia (Diarra) bukanlah seorang pelaku jihad, dia adalah pemain sepakbola yang bermain untuk Lokomotiv Moskow,” ujar Moretti. (one)

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left


  • Demi Tiket Liga Champions, Arsenal Minta Bantuan MU

  • Alasan Wenger Sebut Performa Arsenal Meningkat

  • Wenger: Mari Berharap Everton Tergelincir

  • Bergaji Miliaran Rupiah, Podolski Masih Setia Naik Bus

  • Giroud Dedikasikan Golnya Bagi Korban Tragedi Hillsborough

  • Podolski Cetak 2 Gol, Wenger Malah Puji Giroud

  • Podolski 2 Gol, Arsenal Bungkam West Ham

right

Guardian Masuk Deretan Film Laga yang Ditunggu

Aktris Hollywood, Sarah Carter, ikut membintangi film laga bertajuk Guardian.  

Aktris Hollywood, Sarah Carter, ikut membintangi film laga bertajuk Guardian.  

VIVAlife – Tahun 2014 film Indonesia di bioskop semakin marak dengan film bergenre laga (action). Pasalnya, di luar dugaan banyak film yang muncul dipersiapkan dengan baik dan tidak main-main. Berkat keseriusan para sineas ini hasil yang diperoleh pun sungguh mengesankan.

Membuka tahun 2014 muncul Comic 8, sebuah film action dengan bumbu komedi. Sutradara Anggy Umbara menghadirkan sejumlah comic sebagai aktor utamanya. Selain tertawa, penonton ikut terhibur dengan suguhan adegan laga.

Disusul kemudian ada The Killers dari Mo Brothers. Sedikit bergaya Nolan, film ini menyajikan thriller psikologis di samping adegan action yang dinamis. Lantas ada The Raid 2: Berandal. Tak perlu banyak komentar lagi untuk film yang levelnya mendunia ini.

Belakangan, menunggu antrean ada film Guardian. Film yang akan beredar mulai 30 April ini siap menghibur penonton tanah air. Pembuatnya, Helfi Kardit menjanjikan sejumlah kelebihan yang membuat proyek ini layak dinanti pecinta film.

“Bicara kelebihan pasti semua film mempunyai daya tarik tersendiri, Film Guardian menawarkan paket action yang bukan hanya body contact atau pukul-pukulan tapi ada adegan-adegan fantastik,” tutur sutradara Sang Martir ini kepada VIVAlife.

Ditambahkannya, di samping cerita yang menarik banyak adegan menegangkan yang disuguhkan dalam film ini. “Seperti ledakan dan tabrakan yang memukau. Dijamin setelah nonton Guardian akan muncul pertanyaan tentang teknik pembuatannya,” katanya.

Berada dalam deretan film laga yang hadir di tanah air, Helfi antusias luar biasa. “Ya luar biasa senangnya. Secara personal situasi industri film seperti ini yang gue tunggu, ada beragam tema dengan high value production dan konten.” 

Dia mengaku sudah menanti lama untuk membuat film seperti ini lantaran memang pada dasarnya dia penggemar berat film laga. 

Guardian juga dipuji oleh Todd Brown. Executive Producer The Raid 2: Berandal ini mengungkapkan kekagumannya dalam Twitch Magazine: “…there’s a whole lot of banging and crashing and punching and stabbing and exploding… “

Tentu saja ini menambah optimisme dalam diri Helfi. “Ini cukup membangun semangat saya untuk membangun film action yang lebih menarik lagi.”

Guardian sarat dengan kebut-kebutan di jalan-jalan utama Jakarta, tembak-tembakan, perkelahian sengit dan berbagai ledakan. Temanya sendiri perlindungan seorang ibu kepada anaknya. Menjadikan film ini sebuah drama yang tragis dengan aksi laga ekstrem.

Sejumlah bintang terlibat dalam film ini. Salah satunya aktris Hollywood, Sarah Carter. 

Carter yang dikenal melalui serial televisi Falling Skies ini juga pernah membintangi sejumlah film layar lebar seperti Final Destination 2, Dead or Alive, dan The Vow. Carter akan tampil bersama aktor dan aktris Indonesia diantaranya Dominique Diyose, Belinda Camesi, Tio Pakusadewo, Nino Fernandez, Kimmy Jayanti, Ganindra Bimo, Claudia Soraya, dan Naomi Zaskia. (umi)

Film Sepatu Dahlan Mendadak Hilang di Bioskop

Dahlan Iskan saat pemutaran film Sepatu Dahlan. (ANTARA FOTO/ Teresia May)

Dahlan Iskan saat pemutaran film Sepatu Dahlan. (ANTARA FOTO/ Teresia May)

VIVAlife – Demi Indonesia Communication Center (DICC) menerima pengaduan dari sekelompok orang yang gagal menyaksikan film Sepatu Dahlan. Film inspiratif itu mendadak hilang dari pasaran.

Eko Pardede, Koordinator DICC menyayangkan hal itu. Sebab, menurut dia, Sepatu Dahlan merupakan film wajib tonton bagi masyarakat Indonesia, terutama anak-anak.

“Film itu sangat positif dan menginspirasi, sayangnya sekarang tidak diputar lagi di Jabodetabek,” kata Eko. Baginya, masa pemutaran film kurang lama, padahal Sepatu Dahlan amat diminati.

Baru sepekan setelah dirilis, film itu sudah hilang dari jaringan bioskop. Padahal, kata Eko, film laris seharusnya bisa bertahan diputar di bioskop hingga tiga pekan. Sepatu Dahlan, menurut dia, tidak kalah laris dibandingkann The Raid 2: Berandal yang fenomenal.

Eko lantas mengutip data jumlah penonton film itu dari situs Film Indonesia. Tercatat, pada hari pertama rilis, 10 April 2014, jumlah penonton Sepatu Dahlan mencapai lebih dari 50 ribu orang.

Eko lantas menduga ada sesuatu di balik pemutusan tayang film itu.

“Kami tidak bermaksud menuduh jika ada pihak tertentu yang memboikot film ini. Hanya saja, kami menyayangkan tingginya antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan film ini, tapi tidak terakomodasi,” katanya. (art)