Bayi Terperangkap dalam Ember

Ilustrasi bayi di rumah sakit (iamforkids.org)

Ilustrasi bayi di rumah sakit (iamforkids.org)

VIVAlife – Setiap balita mungkin menganggap dunia beserta isinya adalah tempat bermain yang mengasyikan. Namun jika aktivitas bermain tersebut dilakukan tanpa pengawasan orang tuanya, hal tersebut mungkin dapat menyebabkan balita berada dalam suatu masalah.

Seperti yang terjadi pada Minnie Snodgrass. Ketika sedang asik bermain di dalam rumah dengan ember stainles, ia terperangkap di dalamnya. Sontak kejadian inipun membuat sang ibu, Gemma menjadi panik.

Pasalnya, balita 16 bulan itu tidak dapat dikeluarkan dari dalam ember. Meski ibunya khawatir, bocah itu sama sekali tidak menangis ia justru tertawa dan menikmatinya.

Dilansir dari Dailymail, untuk menyelamatkan putrinya, sang ibu langsung membawa Snodgrass ke rumah sakit di Mexborough, South Yorkshire. Tapi sayangnya upaya sang ibu sia-sia. Pihak rumah sakit juga tidak dapat membantu mengeluarkan bocah rambut pirang itu dari dalam ember.

Akhirnya, Gamma meminta bantuan pemadam kebakaran untuk mengeluarkan putri kecilnya itu. Setelah menghabiskan waktu beberapa jam, Winnie akhirnya dapat dikeluarkan dalam keadaan selamat. Bagi Gamma, kejadian itu akan menjadi pelajaran berharga bukan hanya untukya, akan tetapi bagi setiap orang tua di dunia ini yang tentunya menginginkan agar buah hatinya selalu dalam keadaan yang aman.

Van Dijk Ternyata Masih Utang Rp 2,7 Miliar ke Persib

Kepindahan Sergio Van Dijk dari Persib ke Sepahan menyimpan luka.

Klub

Pemain Bintang


  • Sergio Van Dijk

Sergio Van Dijk (kiri) saat memperkuat Suphanburi FC (facebook.com/SuphanburiFc)

VIVAbola – Kepindahan Sergio Van Dijk dari Persib Bandung ternyata menyisakan luka. Kubu ‘Maung Bandung’ menyatakan pemain naturalisasi yang kini main di Liga Thailand tersebut masih punya hutang sebesar Rp 2,7 miliar.

Seperti diketahui, Van Dijk memutuskan hijrah dari Persib ke klub Iran, Sepahan FC, sekitar satu bulan sebelum kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 bergulir. Tak ada alasan yang jelas prihal transfer tersebut.

Ternyata, transfer tersebut tidak semulus perkiraan. Manajer Persib, Umuh Muchtar, secara terbuka menyatakan berhak mendapatkan ganti rugi sebesar 250.000 USD atau sekitar Rp 2,7 miliar dari transfer Van Dijk ke Sepahan.

“Harusnya dia bertanggungjawab untuk memenuhi kewajibannya. Dalam kesepakatan awal, waktu dia menyatakan akan pindah, Sergio bertanggungjawab membayar 100.000 dollar, sementara klubnya (Sepahan FC) membayar sisanya (150.000 USD),” ucap Umuh saat dihubungi VIVAbola, Sabtu 12 Juli 2014.

Namun, dalam perkembangannya hingga tujuh bulan atau Juli 2014, Sergio maupun Sepahan tak kunjung menyelesaikannya. “Waktu dapat kabar dia sekarang main di Thailand, itu makin membuat saya kecewa. Harusnya dia selesaikan dulu urusan sama Persib,” ujar Umuh.

Kepindahan Van Dijk ke Thailand memang cukup membuat kecewa Persib. Sebab sempat muncul kabar jika, bomber plontos itu akan kembali ke Persib pada putaran kedua ISL musim 2014. Hal itu dilakukan sebagai sebagai bentuk ‘diplomasi’ kubu Van Dijk dalam upaya menyelesaikan persoalan dan rasa tanggungjawabnya.

“Kita lihat saja kalau tak ada itikad baik dan tidak ada niat menyelesaikan, kita akan tak akan segan membawanya secara hukum,” tegas Umuh.

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left


  • Persib & PBR Minta Kuota Pemain Asing ISL Dikurangi

  • Langsung Cetak Gol, Van Dijk Jadi Idola Baru di Thailand

  • Debut di Thailand, Sergio Van Dijk Langsung Cetak Gol

  • Tergiur Nikahi Anak Pengusaha, Pemain Persib Ditipu Rp3,5 M

  • Gelandang Asing Persib Jagokan Brasil

  • Pelatih Persib Lega, Barito Enggan Parkir Bus

  • Ferdinand Cetak Gol Salto, Persib Tundukkan Barito

right

Empat Pertanyaan “Haram” untuk Wanita Lajang

Ilustrasi wanita. (iStock)

Ilustrasi wanita. (iStock)

VIVAlife – Wanita lajang selalu sensitif soal pernikahan. Sebab, mereka dituntut paradigma bahwa menikah ada batas usianya. Belum lagi anggapan bahwa belum menikah adalah tanda tak disukai pria.

Waktu-waktu berkumpul terkadang dijauhi wanita lajang. Mereka menghindari pertanyaan yang sering diberondongkan oleh orang-orang tua. Padahal, mungkin mereka punya prioritas sendiri selain menikah.

Sebaiknya, jangan melontarkan pertanyaan yang bisa menyinggung dan membuat mereka sakit hati, seperti yang dilansir Boldsky berikut.

Kenapa masih lajang?

Ini pertanyaan umum untuk wanita lajang di atas usia 30 tahun. Mereka malas mendengarnya karena bingung soal jawaban. Jika menyebut memilih karier atau belum ada pasangan, urusan makin panjang.

Orientasi seksual?

Ini jelas menyinggung perasaan wanita yang belum menikah. Bukan berarti wanita lajang berbeda secara orientasi seksual. Jangan sekali-sekali melemparkan pertanyaan ini, meski konteksnya hanya bercanda.

Mungkin terlalu pemilih?

Ini juga pernyataan yang paling dibenci wanita lajang. Sebab, si pemberi pertanyaan belum tentu tahu betul soal pribadi mereka. Lagipula, tak ada salahnya menjadi terlalu pemilih untuk yang terbaik bukan?

Cantik, kok belum menikah?

Wajah menarik belum tentu cepat menikah. Pertanyaan ini memiliki kesan, meski cantik mereka tidak “laku” di kalangan pria. Padahal, menikah bukan soal laku tidak laku. Melainkan, hati dan kesiapan. (ren)

Empat Pertanyaan “Haram” untuk Wanita Lajang

Ilustrasi wanita. (iStock)

Ilustrasi wanita. (iStock)

VIVAlife – Wanita lajang selalu sensitif soal pernikahan. Sebab, mereka dituntut paradigma bahwa menikah ada batas usianya. Belum lagi anggapan bahwa belum menikah adalah tanda tak disukai pria.

Waktu-waktu berkumpul terkadang dijauhi wanita lajang. Mereka menghindari pertanyaan yang sering diberondongkan oleh orang-orang tua. Padahal, mungkin mereka punya prioritas sendiri selain menikah.

Sebaiknya, jangan melontarkan pertanyaan yang bisa menyinggung dan membuat mereka sakit hati, seperti yang dilansir Boldsky berikut.

Kenapa masih lajang?

Ini pertanyaan umum untuk wanita lajang di atas usia 30 tahun. Mereka malas mendengarnya karena bingung soal jawaban. Jika menyebut memilih karier atau belum ada pasangan, urusan makin panjang.

Orientasi seksual?

Ini jelas menyinggung perasaan wanita yang belum menikah. Bukan berarti wanita lajang berbeda secara orientasi seksual. Jangan sekali-sekali melemparkan pertanyaan ini, meski konteksnya hanya bercanda.

Mungkin terlalu pemilih?

Ini juga pernyataan yang paling dibenci wanita lajang. Sebab, si pemberi pertanyaan belum tentu tahu betul soal pribadi mereka. Lagipula, tak ada salahnya menjadi terlalu pemilih untuk yang terbaik bukan?

Cantik, kok belum menikah?

Wajah menarik belum tentu cepat menikah. Pertanyaan ini memiliki kesan, meski cantik mereka tidak “laku” di kalangan pria. Padahal, menikah bukan soal laku tidak laku. Melainkan, hati dan kesiapan. (ren)