10 Fakta Menarik Drama 9 Gol Everton Vs Chelsea

Chelsea menang atas Everton dengan skor 6-3.

Klub

Pemain Bintang


  • Fàbregas

Laga Everton versus Chelsea (Reuters/Dylan Martinez)

VIVAbola – Laga Everton versus Chelsea di Goodison Park, Minggu 31 Agustus 2014 dini hari tadi berlangsung menarik. Tercipta 9 gol di laga tersebut. Dan Chelsea berhasil memenangkannya dengan skor 6-3.
Laga baru berjalan 3 menit, Chelsea mampu mencetak dua gol lewat Diego Costa dan Branislav Ivanovic. Paruh pertama ditutup dengan skor 2-1 usai Kevin Mirallas mencetak gol untuk Everton jelang jeda.
Everton semakin tertinggal setelah Seamus Coleman mencetak gol bunuh diri di menit 67. Selang 2 menit Steven Naismith memperkecil jarak.
The Toffees kembali tertinggal usai Nemanja Matic mencatatkan namanya di papan skor pada menit 74. Everton kembali mencetak gol lewat Samuel Eto’o 2 menit kemudian. Namun, Ramires dan Costa memastikan kemenangan 6-3 atas Everton di menit 77 dan 90.
Pertandingan Everton kontra Chelsea ternyata menciptakan beberapa rekor menarik. Partai ini juga tercatat sebagai salah satu laga yang paling banyak menghasilkan gol sepanjang sejarah Premier League.
Berikut ini fakta menarik yang dihasilkan dari laga Everton versus Chelsea seperti dilansir Opta:
1. Everton versus Chelsea, Minggu 31 Agustus 2014, merupakan laga ke-19 Premier League yang menghasilkan 9 gol atau lebih. Rekor gol pertandingan terbanyak masih dipegang Portsmouth versus Reading. Skornya adalah 7-4.
2. Chelsea menjadi tim pertama yang mencetak 6 gol ke Goodison Park sejak 5 tahun belakangan. Terakhir kali gawang Everton dibobol 6 kali saat menjamu Arsenal di laga pembuka Premier League musim 2009/10. Mereka kalah dengan skor 1-6.
3. Everton tidak pernah kebobolan lebih dari 10 gol dalam 3 laga pembuka di awal musim.
4. Gol ketiga hingga ketujuh di laga everton versus Chelsea tercipta hanya dalam tempo 10 menit 34 detik.
5. Diego Costa menyaingi rekor Adrian Mutu yang mampu mencetak 3 gol di 3 laga awal musim Chelsea.
6. Samuel Eto’o sudah mencetak 10 gol di Premier League. Dan golnya ke gawang Chelsea semalam adalah yang pertama di luar Stamford Bridge. Petualang!
7. Everton sudah menciptakan 44 gol bunuh diri. Rekor terbanyak sepanjang sejarah Premier League. Ups!

8. Cesc Fabregas telah mencetak 3 gol dan 3 assist dalam 3 lawatan terakhirnya ke Goodison Park.

9. Sejak Agustus 2013, Seamus Coleman menjadi pemain terpenting Everton, menciptakan 7 gol dan mencatat 3 assist. Lebih banyak ketimbang pemain belakang lainnya.
10. Steven Naismith selalu mencetak gol untuk Everton di 3 laga awal Premier League
Baca berita menarik lain dengan mengklik tautan ini.

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left

  • Costa Dikasari, Mourinho Ngamuk ke Pemain Everton

  • Drama 9 Gol, Chelsea Tumbangkan Everton

  • Babak I, Chelsea 2 Kali Getarkan Gawang Everton

  • Diego Costa Siap Tempur Lawan Everton

  • Chelsea Harus Waspadai “Sakit Hati” Lukaku

  • Kepergian Torres Wariskan Masalah di Chelsea

  • Ladeni Everton, Lini Depan Chelsea Terancam Tumpul

right

Kantor dengan Pemandangan Terbaik di Dunia

Pemandangan Matahari Terbit dari Kokpit Pesawat Jodi Martin Garcia (Officewithviews.com)

Pemandangan Matahari Terbit dari Kokpit Pesawat Jodi Martin Garcia (Officewithviews.com)

VIVAlife – Apa yang akan Anda lakukan bila punya kesempatan bekerja di kantor dengan pemandangan paling indah di seluruh dunia? Kemungkinan besar, Anda akan melakukan hal yang sama dengan Jordi Martin Garcia.

Pria asal Spanyol ini memang beruntung. Jendela kantornya tidak dipadati barisan gedung dan atap rumah yang tumpang-tinding. Melainkan langit luas tak berbatas.

Dimana Garcia bekerja?

Selama 15 tahun terakhir, Garcia mengarungi angkasa sebagai pilot pesawat jet. Dia menyebut kokpit pesawatnya sebagai “kantor” dengan pemandangan paling fantastis.

Dengan alasan itu, Garcia kerap mengabadikan bentang alam saat dia mengudara. Hasilnya, ribuan foto cantik yang menggambarkan keindahan alam.

Dari kebun tulip penuh warna-warni, semburat oranye matahari senja, awan bergulung-gulung hingga pemandangan kelip lampu kota di malam hari.

Semua itu kemudian dia bukukan dalam buku fotografi berjudul “El Tiempo Visto Desde el Cielo,” yang dijual secara terbatas di Spanyol. Lewat buku tersebut, Garcia juga berharap bisa mengajarkan kecintaan terhadap lingkungan pada para mahasiswanya di Akademi Pilot.

Adapun foto-foto pemandangan cantik yang diabadikan Garcia juga diunggah ke sebuah situs bertajuk www.officewithviews.com.

“Ketika saya terbang, saya selalu dikelilingi pemandangan indah. Saya pikir, kenapa tidak mengabadikan semua keindahan ini dan membagikannya pada orang lain,” papar Garcia, dilansir Daily Mail.

Garcia kerap merekam keindahan tersebut saat terbang melintasi Eropa. Salah satu pemandangan yang paling menakjubkan adalah saat Garcia merekam gulungan awan dan hujan di ketinggian 12 ribu meter.

Selain itu, foto lain yang juga menjadi favorit Gracia adalah bentang alam pegunungan yan tertutup salju.

Kendati kerap merekam pemandangan indah menggunakan kamera, Garcia tidak melupakan tugas utamanya sebagai penerbang.  “Saya hanya memotret saat tengah terbang santai,” katanya. (ita)

Kantor dengan Pemandangan Terbaik di Dunia

Pemandangan Matahari Terbit dari Kokpit Pesawat Jodi Martin Garcia (Officewithviews.com)

Pemandangan Matahari Terbit dari Kokpit Pesawat Jodi Martin Garcia (Officewithviews.com)

VIVAlife – Apa yang akan Anda lakukan bila punya kesempatan bekerja di kantor dengan pemandangan paling indah di seluruh dunia? Kemungkinan besar, Anda akan melakukan hal yang sama dengan Jordi Martin Garcia.

Pria asal Spanyol ini memang beruntung. Jendela kantornya tidak dipadati barisan gedung dan atap rumah yang tumpang-tinding. Melainkan langit luas tak berbatas.

Dimana Garcia bekerja?

Selama 15 tahun terakhir, Garcia mengarungi angkasa sebagai pilot pesawat jet. Dia menyebut kokpit pesawatnya sebagai “kantor” dengan pemandangan paling fantastis.

Dengan alasan itu, Garcia kerap mengabadikan bentang alam saat dia mengudara. Hasilnya, ribuan foto cantik yang menggambarkan keindahan alam.

Dari kebun tulip penuh warna-warni, semburat oranye matahari senja, awan bergulung-gulung hingga pemandangan kelip lampu kota di malam hari.

Semua itu kemudian dia bukukan dalam buku fotografi berjudul “El Tiempo Visto Desde el Cielo,” yang dijual secara terbatas di Spanyol. Lewat buku tersebut, Garcia juga berharap bisa mengajarkan kecintaan terhadap lingkungan pada para mahasiswanya di Akademi Pilot.

Adapun foto-foto pemandangan cantik yang diabadikan Garcia juga diunggah ke sebuah situs bertajuk www.officewithviews.com.

“Ketika saya terbang, saya selalu dikelilingi pemandangan indah. Saya pikir, kenapa tidak mengabadikan semua keindahan ini dan membagikannya pada orang lain,” papar Garcia, dilansir Daily Mail.

Garcia kerap merekam keindahan tersebut saat terbang melintasi Eropa. Salah satu pemandangan yang paling menakjubkan adalah saat Garcia merekam gulungan awan dan hujan di ketinggian 12 ribu meter.

Selain itu, foto lain yang juga menjadi favorit Gracia adalah bentang alam pegunungan yan tertutup salju.

Kendati kerap merekam pemandangan indah menggunakan kamera, Garcia tidak melupakan tugas utamanya sebagai penerbang.  “Saya hanya memotret saat tengah terbang santai,” katanya. (ita)

FOTO: Kla Project Bocorkan Lagu Baru di Solo

KLA Project menggelar Konser Peace and Love di Solo (29/8/14) (VIVAnews/Fajar Shodiq)

KLA Project menggelar Konser Peace and Love di Solo (29/8/14) (VIVAnews/Fajar Shodiq)

VIVAlife - Grup band era 90-an, Kla Project menyambangi Kota Solo. Grup band yang beranggotakan tiga personel ni tampil selama 1,5 jam dalam konser bertajuk Peace and Love di Ballroom The Sunan Hotel Solo pada Jum’at malam, 29 Agustus 2014.

Dalam konser ini, Kla sempat membawakan satu lagu anyarnya berjudul “Mana Kutahu”.

Grup yang digawangi Katon, Lilo dan Adi Adrian ini naik panggung sekitar jam 21.30 WIB. Sebelumnya konser diisi dengan girlband arahan Katon Bagaskara, Violet, dan band The Jumpers asal Semarang.

Band yang dibentuk tahun 1988 ini langsung menghangatkan Klanese (sebutan fans Kla Project) dengan lagu “Satu Kayuh Berdua”. Berturut-turut, Kla Project melantunkan tembang lawasnya seperti “Terkenang”, “Menjemput Impian”, dan “Gerimis”.

Saat hendak melanjutkan lagu kelima, Katon sedikit membocorkan kisah tentang tembang anyar mereka. Tembang berjudul “Mana Kutahu” ini merupakan ciptaan dari Adi Adrian.

“Ini tampil pertama kali live membawakan lagu “Mana Kutahu”. Tapi sebentar ya, saya buka kepekan (contekan). Saya masih lupa syairnya. Karena ini lagu diciptakan Adi Adrian. Mari tepuk tangan untuk Adi Adrian dan Kla Project, ” seru Katon Bagaskara, sang vokalis.

Usai menyanyikan lagu baru, Kla secara maraton kembali menyanyikan tembang lawasnya. Seperti “Meski Tlah Jauh”, “Prahara”, “Waktu Tersisa”, “Lagu Baru”, “Terpurukku di Sini”, “Tak Bisa ke Lain Hati”, juga “Yogyakarta”. Konser ditutup dengan lagu “Tentang Kita”.

Salah satu penonton, Ardian Triwasana, mengatakan bahwa dia sangat menyukai lagu-lagu yang dibawakan Kla Project. Menurutnya lagu-lagu itu everlasting alias tak lekang waktu. Ardian, yang datang bersama istri, sangat menikmati konser itu.

“Saya itu terakhir melihat konser Kla sudah lama banget. Kalau tidak salah, konsernya di Stadion Manahan, Solo, ” ujar Ardian yang juga menjabat sebagai Dandim O735 Surakarta ini.

Simak foto-foto konser KLA Project di bawah ini:

KLA Project menggelar Konser Peace and Love di Solo (29/8/14)

Aksi Romulo Radjadin alias Lilo saat konser “Peace and Love” di Ballroom The Sunan Hotel Solo. |FOTO: VIVAnews/Fajar Shodiq

KLA Project menggelar Konser Peace and Love di Solo (29/8/14)

Adi Adrian menciptakan lagu baru untuk KLA Project, berjudul “Mana Kutahu”. Cuplikan lagu tersebut dinyanyikan di konser Peace and Love. |FOTO: VIVAnews/Fajar Shodiq

KLA Project menggelar Konser Peace and Love di Solo (29/8/14)

Katon Bagaskara menyapa penggemar di Ballroom The Sunan Hotel Solo, saat konser Peace and Love. |FOTO: VIVAnews/Fajar Shodiq

KLA Project menggelar Konser Peace and Love di Solo (29/8/14)

Konser Peace and Love yang digelar di Ballroom The Sunan Hotel Solo, menjadi pengobat rindu bagi para Klanese. | FOTO: VIVAnews/Fajar Shodiq