Kekuatan Finansial PSG Tak Menakutkan Ajax

Klub

Pelatih Ajax Amsterdam, Frank de Boer. (VIVAbola/Anhar Rizki Affandi)

VIVAbola – Jelang laga kontra Paris Saint-Germain (PSG), Frank de Boer coba memanaskan suasana dengan melayangkan psywar. Pelatih Ajax Amsterdam itu menyebut tim dengan finansial yang kuat tak selalu mudah meraih kemenangan.

PSG yang dimiliki oleh Nasser Al-Khelaifi memang memiliki dana melimpah, sehingga pemain-pemain bintang dengan mudah didapat. Meski begitu, Ajax tak cemas dan siap meladeni tim asal Prancis tersebut.

“PSG adalah tim yang sangat bagus untuk disaksikan dan mereka selalu coba memainkan sepakbola menyerang. Saya tidak melihat anggaran besar mereka. Saya hanya melihat mereka sebagai lawan,” ujar De Boer, dilansir Clubcall.

“Kami menghormati setiap lawan, tetapi kami selalu mencoba melihat di mana bisa mengambil keuntungan. Mereka tim berkualitas sekarang dan lebih berpengalaman. Itu adalah fakta. Tetapi, tim dengan anggaran besar tidak selalu menang,” sambungnya.

De Boer menyadari bila pelatih Laurent Blanc telah melakukan banyak perubahan di PSG dan mampu memaksimalkan deretan pemain bintangnya. Bahkan, di musim lalu PSG nyaris menjadi tim papan atas di Eropa.

“Tetapi, seperti yang selalu Johan Cruyff katakan bahwa ‘hanya akan ada 11 pemain di lapangan’. Dan itulah cara kami menyikapi mereka,” tutur pelatih berusia 44 tahun tersebut. (one)

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left

  • Ajax Cari Cara Netralisir “Sihir Ibracadabra”

  • Pemain Ini Jadi “Mata-mata” Jelang Ajax Vs PSG

  • Reuni Eks Bintang, Suarez Diklaim Masih Cinta Ajax

  • Rayuan Kekasih Cantik Ancam Skenario MU Pulangkan Ronaldo


  • Gelandang Juventus Sebut PSG Sia-siakan Pemain Muda

  • Ajax: MU Sebenarnya Bisa Dapatkan Blind Gratis

Ferdinand Umpat Moyes Lewat Biografi

Klub

Pemain Bintang


  • R. Ferdinand

Pemain Queens Park Rangers, Rio Ferdinand  

VIVAbola – Eks bek Manchester United Rio Ferdinand mengatakan, pendekatan taktis David Moyes saat melatih MU musim lalu sangat memalukan. Hal ini diungkapkannya dalam biografi berjudul, 2sides.

Menurutnya, Moyes pelatih yang tidak jelas dan gagal menerapkan pandangan dan taktik bermain terhadap para pemainnya. Hal itulah yang membuat MU tampil buruk dan gagal juara satu gelar pun musim lalu.

“Dia mencoba memaksakan pandangan yang dia punya. Tapi terkadang dia tidak pernah benar-benar jelas dengan pandangnnya itu,” tulis Ferdinand dalam buku biografinya itu seperti dikutip Tribal Football. 


“Alhasil, secara tidak sengaja, dia menciptakan getaran negatif terhadap dirinya dan membuat sosok Sir Alex Ferguson (mantan pelatih MU) selalu sosok yang positif,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, gaya bermain MU juga tidak jelas di bawah asuhan Moyes. Ditambah motivasi Moyes ternyata sangat berbeda dengan motivasi para pemain MU saat masih diasuh Alex Ferguson.

“Saya tak menikmati main di bawah asuhannya. Kadang taktik utama kami bermain bola panjang, bola atas, umpan silang. Sesuatu yang sangat memalukan. Inovasi Moyes menyebabkan situasi negatif dan kebingungan.”

“Dia juag selalu berpikir bagaimana menghentikan lawan. Bagaimana kami tidak boleh kalah. Padahal kami sudah terbiasa bermain untuk menang. Dia perlahan-lahan kehilangan dukungan dari kami (para pemain).”

Moyes dipecat musim lalu sebelum kompetisi berakhir. Posisinya sempat digantikan Ryan Giggs sebelum datang Louis van Gaal. Sementara Ferdinand saat ini membela QPR setelah kontraknya tidak diperpanjang MU.

Lihat artikel menarik lainnya di tautan ini.

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left

  • Gemilang Bawa MU Menang, Di Maria Tetap Dikritik Van Gaal

  • Fans MU Berharap Catatan Van Gaal Seperti di Barca & Bayern

  • 8 Fakta Menarik Usai MU Raih Kemenangan Perdana Musim Ini

  • Debut Mengesankan, Blind Jadi “Raja Passing” MU

  • Dikalahkan MU, Redknapp Sebut QPR Hanya Kurang Beruntung

  • Kado Istimewa Van Gaal untuk Sang Istri

  • MU Menang Besar, Van Gaal Belum Puas

right

Ferdinand Umpat Moyes Lewat Biografi

Klub

Pemain Bintang


  • R. Ferdinand

Pemain Queens Park Rangers, Rio Ferdinand  

VIVAbola – Eks bek Manchester United Rio Ferdinand mengatakan, pendekatan taktis David Moyes saat melatih MU musim lalu sangat memalukan. Hal ini diungkapkannya dalam biografi berjudul, 2sides.

Menurutnya, Moyes pelatih yang tidak jelas dan gagal menerapkan pandangan dan taktik bermain terhadap para pemainnya. Hal itulah yang membuat MU tampil buruk dan gagal juara satu gelar pun musim lalu.

“Dia mencoba memaksakan pandangan yang dia punya. Tapi terkadang dia tidak pernah benar-benar jelas dengan pandangnnya itu,” tulis Ferdinand dalam buku biografinya itu seperti dikutip Tribal Football. 


“Alhasil, secara tidak sengaja, dia menciptakan getaran negatif terhadap dirinya dan membuat sosok Sir Alex Ferguson (mantan pelatih MU) selalu sosok yang positif,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, gaya bermain MU juga tidak jelas di bawah asuhan Moyes. Ditambah motivasi Moyes ternyata sangat berbeda dengan motivasi para pemain MU saat masih diasuh Alex Ferguson.

“Saya tak menikmati main di bawah asuhannya. Kadang taktik utama kami bermain bola panjang, bola atas, umpan silang. Sesuatu yang sangat memalukan. Inovasi Moyes menyebabkan situasi negatif dan kebingungan.”

“Dia juag selalu berpikir bagaimana menghentikan lawan. Bagaimana kami tidak boleh kalah. Padahal kami sudah terbiasa bermain untuk menang. Dia perlahan-lahan kehilangan dukungan dari kami (para pemain).”

Moyes dipecat musim lalu sebelum kompetisi berakhir. Posisinya sempat digantikan Ryan Giggs sebelum datang Louis van Gaal. Sementara Ferdinand saat ini membela QPR setelah kontraknya tidak diperpanjang MU.

Lihat artikel menarik lainnya di tautan ini.

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left

  • Gemilang Bawa MU Menang, Di Maria Tetap Dikritik Van Gaal

  • Fans MU Berharap Catatan Van Gaal Seperti di Barca & Bayern

  • 8 Fakta Menarik Usai MU Raih Kemenangan Perdana Musim Ini

  • Debut Mengesankan, Blind Jadi “Raja Passing” MU

  • Dikalahkan MU, Redknapp Sebut QPR Hanya Kurang Beruntung

  • Kado Istimewa Van Gaal untuk Sang Istri

  • MU Menang Besar, Van Gaal Belum Puas

right

Everton Ucapkan Selamat Tinggal pada Stadion Keramatnya

Goodison Park adalah salah satu stadion paling bersejarah di Inggris.

Klub

Pemain Everton merayakan gol (REUTERS/Darren Staples)

VIVAbola – Everton berencana meninggalkan stadion keramat mereka, Goodison Park, dalam waktu dekat ini. The Toffees ingin pindah ke stadion yang berkapasitas lebih besar.

Saat ini, Everton merasa Goodison Park yang berkapasitas 39.600 penonton sudah tidak mampu menampung permintaan tiket yang tinggi dari penonton. Stadion yang berdiri 1892 itu pun rencananya akan ditinggal.

Menurut Daily Mail, Everton berencana untuk pindah ke daerah dekat Walton Hall Park dan akan membangun stadion baru berkapasitas 50.000 tempat duduk. Pembicaraan dengan pemerintah kota Liverpool pun sudah dilakukan.

Rencana untuk pindah stadion ini sudah dikeluarkan sejak akhir tahun lalu. Everton memiliki wacana membangun rumah baru di pinggiran kota Liverpool.

Goodison Park adalah salah satu stadion paling bersejarah di Inggris. Masih mencatatkan sebagai stadion yang paling banyak menggelar laga kompetisi kasta tertinggi Inggris hingga saat ini.

Stadion yang juga disebut sebagai “The Old Lady” ini juga ditunjuk sebagai salah satu stadion yang menggelar laga-laga Piala Dunia 1966. Saat itu, Goodison Park menggelar lima laga termasuk semifinal antara Jerman Barat kontra Uni Soviet.

Namun, suporter Everton banyak yang menentang kepindahan ini. Sebuah grup suporter yang menamakan dirinya Keep Everton in Our City (KEIOC) sudah melakukan perlawanan sejak 2007, saat wacana pemindahan stadion dari pusat kota ditelurkan. (art)

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left


  • Fans Jahil Tempel Alat Bantu Seks ke Telinga Reporter TV

  • Diego Costa Dianggap Tak Respek, Pelatih Everton Maklum

  • 10 Fakta Menarik Drama 9 Gol Everton Vs Chelsea

  • Drama 9 Gol, Chelsea Tumbangkan Everton

  • Babak I, Chelsea 2 Kali Getarkan Gawang Everton

  • Diego Costa Siap Tempur Lawan Everton