Suasana kondusif tetap terjaga sejak proses pendaftaran.
Berita Terkait
- Hasil Keputusan Kongres Tahunan PSSI 2013 di Surabaya
- Menpora Batal Hadiri Kongres PSSI
- Status 4 Exco Baru akan Ditetapkan di Kongres PSSI
- Proses Registrasi Kongres PSSI Berjalan Kondusif
- Presiden FIFA Akui KLB PSSI Berjalan Sukses
KLB PSSI 2013 (VIVAnews/Fernando Randy)
VIVAbola – PSSI akhirnya menyelesaikan seluruh agenda pada Kongres Biasa, Senin, 17 Juni 2013. Kongres yang digelar di Hotel Shangri-La Surabaya ini menghasilkan beberapa keputusan penting. Namun yang paling terpenting, kongres tersebut berlangsung lancar dan kondusif.
Beberapa keputusan penting yang dihasilkan di antaranya adalah pengukuhan empat exco PSSI yang direkomendasikan Kongres Luar Biasa (KLB), 7 Maret lalu. Zulfadly, La Siya, Hardi Hasan, dan Djamal Aziz disahkan menjadi anggota baru exco PSSI secara aklamasi.
Keputusan lainnya adalah pemberhentian enam anggota exco yakni Sihar Sitorus, Bob Hippy, Mawardi Nurdin, Widodo Santoso, Tuty Dau dan Farid Rahman. Sebelumnya, Komdis PSSI telah menghukum mereka 10 tahun tidak boleh berkecimpung di ajang sepakbola nasional karena memutuskan untuk walk-out pada KLB PSSI, 17 Maret 2013. Sikap ini dinilai telah membahayakan posisi PSSI di mata FIFA dan AFC.
“Sebelum diambil keputusan, kami mempersilakan kepada ke-enam anggota Komite Eksekutif terhukum untuk menyampaikan pembelaan atas keputusan yang diterima. Namun, mereka tidak hadir. Agar delegasi mendapat pemahaman yang utuh, kami telah meminta Ketua Komisi Disiplin untuk menjelaskan latar belakang Keputusan organisasi atas ke-enam orang tersebut. Sesuai Statuta PSSI, pemberhentian harus mendapat persetujuan Kongres. Dan, seluruh peserta Kongres menyetujuinya,” papar Ketum PSSI, Djohar Arifin Husin.
Konsekuensi dari dicopotnya enam anggota Exco PSSI, maka posisinya kini lowong. Kongres kemudian juga sepakat membentuk Komite Pemilihan, di mana anggotanya diputuskan oleh Exco PSSI. “Pemilihannya tidak sekarang tapi di Kongres selanjutnya,” beber Djohar.
Lewat Kongres PSSI juga dilakukan pengesahan anggota PSSI baru dari unsur Asosiasi, yang terdiri dari Asosiasi Pemain, Asosiasi Pelatih dan Asosiasi Futsal. Kongres juga memutuskan bahwa organisasi tersebut akan menunjuk personil sebagai ketua ad interim dalam rapat Komite Eksekutif untuk mempersiapkan penyempurnaan struktur organisasi dari institusi asosiasi tersebut.
Sekjen Anyar PSSI
Pada akhir Kongres, Hadiyandra menyampaikan pengumuman di hadapan peserta Kongres, dan memutuskan untuk menanggalkan jabatannya sebagai sekretaris jenderal (Sekjen) PSSI. Hadiyandra, mengaku ingin fokus dalam mengerjakan program disertasinya.
“Saya terima keputusan Hadiyandra dan berterima kasih atas pengabdiannya buat PSSI. Dan, sebagai pengganti, saya Ketua Umum PSSI memutuskan buat menunjuk Joko Driyono sebagai Sekjen baru PSSI,” tegas Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.
Penunjukkan Joko sebagai Sekjen PSSI menggantikan Hadiyandra otomatis meninggalkan pos kosong di CEO PT Liga Indonesia. Namun penentuan siapa yang terpilih masih akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang rencananya digelar akhir tahun ini–paling cepat November Liga Super Indonesia (ISL) 2012-13.
Lantas siapa yang akan menggantikan Joko? “Siapa penggantinya, yang menentukan nanti adalah pemegang saham di PT Liga Indonesia. Tapi saya optimis banyak generasi muda mumpuni yang bisa duduk di posisi itu,” terang Joko usai Kongres Tahunan, Senin, 17 Juni 2013.
“Tentunya ini amanah namun sebagai orang yang profesional, saya harus menjawab kepercayaan yang diberikan Exco,” sambung Joko.
“Era ke depan era prestasi, tugas kita masih panjang untuk membawa sepakbola Indonesia yang tidak pada tempatnya seperti sekarang. Tugas pertama sesuai hasil forum rapat tadi salah satunya reformasi kesekretariatan PSSI. Sedangkan yang kedua adalah sistem reformasi manajemen PSSI, keduanya saya rasa tidak kesulitan implementasinya karena sudah saya lakukan di PT Liga Indonesia,” bebernya.
Kembali Kondusif
Selain menelurkan beberapa keputusan peting, lancarnya kongres PSSI kali ini menjadi sesuatu yang menarik dan menciptakan sikap optimis bagi masa depan sepakbola nasional. Pasalnya ini menjadi kongres pertama yang berjalan lancar dari enam kongres sejak Maret 2011 lalu.
Pada Kongres Biasa kali ini, tidak ada kericuhan yang tercipta sejak proses pendaftaran. Proses registrasi berjalan lancar hingga pukul 00.00 WIB, Minggu, 16 Jun 2013. Sebanyak 100 dari 103 pemilik hadir sehingga membuat kongres memenuhi quorum untuk dilanjutkan.
Di dalam arena Kongres, suasana juga cenderung kondusif. Tidak terjadi hujan interupsi seperti pada kongres-kongres sebelumnya. Satu-satunya pembahasan yang berjalan alot adalah ketika pembentukan Komite Pemilihan enam exco PSSI. Namun pembahasan ini akhirnya selesai dan nama-nama juga telah ditetapkan exco PSSI.
Berikut Jejak Rekam Kongres PSSI
26 Maret 2011
Kericuhan pertamakali terjadi di kongres PSSI terjadi pada kongres yang digelar pada tanggal 26 Maret 2011 di Pekanbaru. Kisruh berawal dari keputusan PSSI yang mencoret klub anggota PSSI yang memutuskan keluar dari kompetisi PSSI untuk bergabung di kompetisi IPL.
20 Mei 2011
Kericuhan berlanjut pada 20 Mei 2011. Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar terpaksa menghentikan jalannya KLB PSSI menyusul desakan sejumlah anggota PSSI yang tergabung dalam Kelompok 78 memaksakan agenda mereka.
Mereka menggugat Komite Normalisasi agar menghadirkan dan mendengar keputusan Komite Banding Pemilihan. Ini terkait pelarangan calon mereka George Toisutta dan Arifin Panigoro maju sebagai Ketua Umum PSSI.
9 Juli 2011
Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Solo ini berjalan lancar. Hasil dari KLB ini terpilihnya Djohar Arifin Husein sebagai ketua umum PSSI dan Farid Rahman sebagai wakil. Meski berlangsung ‘panas’ karena adanya silang pendapat, kongres berhasil digelar.
Kongres ini sendiri sempat diwarnai kericuhan jelang acara pembukaan. Sekelompok orang sempat memaksa masuk ke dalam gedung jelang kongres digelar meski tidak terdaftar sebagai peserta kongres. Namun kisruh ini bisa diselesaikan oleh petugas keamanan.
17 Maret 2012
Perpecahan di tubuh PSSI membuat terjadinya dualisme kepengurusan dan digelarnya dua kongres PSSI yang berbeda. PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin menggelar kongres di Palangkaraya Kalimantan Tengah pada 18 Maret 2012.
Di saat bersamaan, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) di bawah pimpinan La Nyalla Matalitti juga menggelar kongres di Ancol Jakarta. Dalam kongres ini diputuskan La Nyalla sebagai ketum baru PSSI.
17 Maret 2013
PSSI kembali menggelar kongres pada 17 Maret 2013 di Hotel Borobudur. Dalam kongres yang bersifat luar biasa ini menghasilkan sejumlah keputusan penting. Salah satunya Menyangkut keputusan untuk merevisi statuta di mana terdapat 15 poin perubahan.
Kongres ini sempat diwarnai aksi walk-out yang dilakukan enam anggota komite eksekutif PSSI (exco). Tidak hanya itu, kericuhan juga beberapa kali terjadi, baik saat proses pendaftaran dan sebelum kongres dibuka.
• VIVAbola | Share :