Farrah Abraham Kesal Video Pornonya Dicibir

Farrah Abraham  

VIVAlife – Meski terbilang masih baru, namun Farrah Abraham sukses menjadi bintang porno. Pasalnya dua juta pengunjung melihat video dia yang diunggah sebuah situs porno. Bahkan situs porno itu dikabarkan sempat jebol, seperti dilansir Aceshowbiz.

Namun sayangnya video porno Farrah disindir dan dicibir rekan seprofesinya sendiri, Catelynn Lowell. Wanita seksi itu menyebut Farrah seperti seekor kuda sekarat di video pornonya.

Farrah dan Lowell adalah artis yang sempat bermain bersama dalam reality TV Teen Mom. Lowell seperti tak terima Farrah lebih cepat tenar dibanding dirinya.

“Aku tahu seperti apa rasa cemburu itu. Aku berusaha menjadi panutan bagi ibu muda lainnya. Aku berusaha untuk tidak menjatuhkan mereka,” ujar Farrah, Sabtu 18 Mei 2013.

Meski Farrah tahu segala tentang pribadi rekannya itu, Farrah tak mau dendam. Ia lebih memilih bersikap bijak dengan diam untuk sementara ini.

“Aku ingin menjadi lebih baik dari mereka. Catelynn punya masalah obesitas, tapi aku tidak mau mengatakan hal kasar untuk menyakitinya,” ujarnya.

Sebelumnya video porno tersebut terdiri beberapa potongan rekaman yang kabarnya dibuat selama 70 menit itu. Dan Farrah tak berbohong. Ia tampil syur ditemani dengan James Deen.

Ia terlihat tak malu-malu di depan kamera. Keputusan Farrah untuk mempublikasikan rekaman pribadinya itu tak berjalan mulus begitu saja. Ia mendapatkan kecaman dan kritikan pedas dari publik, termasuk orangtua yang mengusirnya. (eh)

LIVE ANTV: Persib Enggan Anggap Enteng Madura United

Persib melihat Madura United kini sudah lebh kuat.

Klub

Berita Terkait

  • Djadjang Belum Puas Lihat Performa Persib
  • Hajar Persela 3-1, Persib Naik ke Peringkat Dua
  • LIVE STREAMING ANTV: Gol Spektakuler Persela Sempat Kejutkan Persib
  • LIVE ANTV: Hadapi Persib, Hati Gustavo Lopez Mendua
  • Kenapa Van Dijk Kehilangan Ketajaman?

Para pemain Persib (Yadi (Bandung))

VIVAbola – Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman tak memandang enteng Persepam Madura United yang bakal dihadapi Sergio Van Dijk dan kawan-kawan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Minggu 19 Mei 2013.

Menurut Djanur, Madura Utd yang dihadapi kali ini berbeda dibandingkan Persepam yang 28 April lalu, di Stadion Gelora Bangkalan. Kala itu mereka dipermalukan Maung Bandung di depan pendukungnya sendiri dengan skor 3-1.

“Madura Utd sudah melakukan sejumlah perubahan materi pemain. Bisa dikatakan jadi salah satu tim yang paling aktif di bursa transfer pemain putaran II. Jadi tim yang dihadapi kali ini pasti berbeda dan kita harus waspada,” jelas Djanur.

Apalagi pada laga kali ini, Persib harus kehilangan Abanda Herman karena akumulasi kartu kuning. Meski begitu, Djanur menganggap hal tersebut bukan kendala serius karena ia percaya pemain yang nanti menggantikan posisi Abanda bakal memenuhi ekspektasinya.

“Kita masih memiliki Aang Suparman dan Maman Abdurahman untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Abanda. Saya percaya kepada siapapun pemain yang nantinya diberikan kepercayaan bermain, karena Aang maupun Maman memiliki kualitas yang sama baiknya,” ungkap Djanur.

Sementara itu, pelatih Madura Utd, Daniel Roekito mengungkap persoalaan besar akibat tidak fitnya beberapa pemain inti seperti Zaenal Arief dan Ali Khadaffi. Kedua pemain tersebut selama ini bisa dikatakan jadi andalan Persepam.

Selain itu, adaptasi para pemain baru juga dinilai Daniel sebagai kendala bagi timnya untuk bermain optimal. Namun, Daniel percaya diri bisa membalas kekalahan dari Persib pada pertemuan pertama lalu sekaligus mencegah Maung Bandung naik ke posisi dua klasemen.

“Ada empat pemain baru yang kita miliki, yang jadi masalah belum adaptasi, karena baru tiga hari latihan langsung kompetisi jadi belum padu. Kalau Persib pernah mengalahkan kita di kandang kita, kenapa tidak kita mengalahkan mereka di Bandung,” ujar Daniel.

• VIVAbola   |   Share :  

FOTO: Rekomendasi Kuliner Murah di Singapura

Sambal stingray, jajanan kaki lima Singapura. (Dok. Kaki 5/ANTV)

Sambal stingray, jajanan kaki lima Singapura. (Dok. Kaki 5/ANTV)

VIVAlife – Jika pergi ke negara ini, jangan kaget kalau Anda banyak menemukan orang-orang berdarah India. Ini bukan India, tapi 53 persen warga India berada di sini. Ya, negara yang dimaksud adalah Singapura. Negara dengan julukan “negeri seribu satu larangan” yang menyuguhkan ratusan jenis makanan khas India.

Di Little India misalnya, disana Anda akan merasakan suasana India yang kental. Tepatnya di pusat perbelanjaan Mustafa Center, tempat yang banyak dikunjungi warga lokal dan turis mancanegara untuk berbelanja oleh-oleh. Kawasan yang konon  sangat mendunia di dua puluh tahun terakhir ini hidup selama 24 jam.   

Selain Mustafa Center, jika Anda penikmat jajanan kaki lima juga wajib hukumnya mencicipi makanan khas India di Tekka Food Center. Nama makanannya plain dosai, roti yang disajikan bersama tiga macam saus kari.

Namun jika ingin mencoba camilan yang lain, Anda bisa mencoba prawn vadai, atau bakwan udang ala India. Biasanya bakwan ini dihidangkan sebagai teman teh masala.  

Nah, jika Anda bosan berputar-putar di kota, coba sedikit menepi ke kawasan Marina Bay yang  merupakan landmark Singapura. Deretan bangunan megah dengan desain futuristik siap menyambut. Biasanya para turis lebih senang menghabiskan waktu sore hari di sini sambil menikmati sambal stingray. Menu kuliner khas Singapura berbahan ikan pari yang dipanggang dengan irisan bawang dan sambal terasi. Lihat foto selengkapnya di sini.

Menjelang malam, Anda bisa mengunjungi Merlion Park. Taman tempat berdirinya patung singa  yang ikonik. Tidak jauh dari sini, ada pusat jajanan kaki lima yang terkenal dengan nama Hawker Centre.

Menu yang menjadi favorit para pengunjung adalah, carrot cake, fried carrot cake, atau nama lokalnya chai tow kway. Meski namanya carrot cake atau kue wortel, ternyata camilan ini tidak terbuat dari wortel. Melainkan campuran lobak yang ditumis dengan telur, daun bawang dan irisan bawang. Lebih mirip dengan lunpia kalau di Indonesia. 

Semakin malam Singapura semakin menggeliat. Menjelma menjadi kota gemerlap dengan keriuhan aktivitas bisnis dan penduduknya. Ini yang menjadi salah satu alasan mengapa Singapura kerap dituju wisatawan.  

***

Saksikan progran acara KAKI 5, di ANTV setiap Sabtu, pukul 09.30 untuk mendapatkan rekomendasi sajian-sajian kaki lima di berbagai negara. 

3 Hari Tayang, ‘Jangan Menangis Sinar’ Sedot 250 Ribu Penonton

Yulia Rahman, Axel dan Charly (VIVAnews/Beno Junianto)

Yulia Rahman, Axel dan Charly (VIVAnews/Beno Junianto)

VIVAlife – Film bergenre drama keluarga ‘Jangan Menangis Sinar’ berhasil mencuri perhatian. Antusiasme masyarakat dalam menonton film perdana Charlie ‘Setia Band’ ini semakin besar.

Pasalnya dimulai dari pemutaran perdana pada 16 Mei 2013 sampai saat ini, 18 Mei 2013, film garapan Putra Kusuma Pictures itu mampu menyedot 250 ribu penonton. Di sejumlah bioskop di Jakarta, Bandung, Bogor dan Bekasi, penonton terpaksa antre. Untuk menyiasati antrean yang semakin panjang, loket penjualan tiket dibuka lebih awal.

“Akan terus bertambah penontonnya. Hingga kini Jangan Menangis Sinar main di 26 kota dan tayang hampir di 150 layar jaringan bioskop Cinema21,” ujar produser Jangan Menangis Sinar, Ki Kusumo kepada VIVAlife, Sabtu 18 Mei 2013.

Jangan Menangis Sinar adalah sebuah film yang diangkat dari kisah nyata. Bercerita tentang gadis cilik berusia 4 tahun di Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang merawat ibunya yang lumpuh sendirian.

Selain Charlie “Setia Band”, film ini juga dibintangi  Yulia Rachman, Terry Putri, Ki Kusumo, Yati Surachman dan Riyanto RA. Sedangkan artis ciliknya memperkenalkan Anggita Anjani dan Axel Putra Kusuma.

Sebelumnya, Charlie mengaku puas dengan rilisnya film berdurasi 90 menit itu. Charlie adalah salah satu pencetus ide film ‘Jangan Menangis Sinar’.

“Aku sudah lama ingin buat film ‘Jangan Menangis Sinar’ ini. Aku juga mau main karena kisahnya nyata, ada pesan moral yang baik,” ujar Charlie.

Ia memang salah satu orang yang menyaksikan sendiri betapa merana kehidupan Sinar yang rumahnya sangat sederhana di pelosok hutan Sulawesi Barat itu. Kisah Sinar pun mendunia. Banyak dermawan se-Asia Tenggara yang ingin menyumbang.

Charlie lantas menelepon Ki Kusumo, yang belakangan bersedia menjadi eksekutif produser film “Jangan Menangis Sinar”, sekaligus ikut bermain di dalamnya. “Beliau juga antusias membuat film ini. Beberapa titik memang tidak sesuai, tapi sengaja dibikin ada humornya untuk tontonan yang lebih segar,” komentar Charlie. (umi)