Resmi Menikah, Ini yang Diminta Angelina Jolie

Angelina Jolie mengajukan permohonan internasional agar krisis Suriah segera diatasi. (REUTERS/Neil Hall)

Angelina Jolie mengajukan permohonan internasional agar krisis Suriah segera diatasi. (REUTERS/Neil Hall)

VIVAlife – Usai meresmikan pernikahannya dengan aktor kenamaan Brad Pitt, di Chateau Miraval, Prancis, Sabtu pekan lalu, Angelina Jolie tak lantas berbulan madu. Dia justru sibuk mengurusi para pengungsi Suriah.

Jolie baru-baru ini mengajukan permohonan internasional agar negara-negara di dunia bisa membantu menyelesaikan krisis Suriah. Permohonan Jolie tersebut dipublikasikan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat, 29 Agustus 2014.

Adapun permohonan Angie berkaitan dengan pengumuman PBB sebelumnya yang menyebutkan bahwa jumlah pengungsi Suriah telah mencapai 3 juta orang.

“Tiga juta pengungsi bukan lagi sekadar statistik, melainkan menjadi indikasi kegagalan bangsa di dunia untuk mengakhiri perang di Suriah,” ujar Jolie, dikutip Huffington Post.

Lebih lanjut, Jolie mengungkapkan bahwa stabilitas internasional mengalami kebocoran di Suriah. “Resolusi keamanan PBB diabaikan sementara kejahatan perang terjadi setiap hari. Negara-negara perbatasan Suriah terbebani oleh pengungsi dan banyak dari pengungsi yang sekarat di Laut Mediterania, mereka putus asa ingin mencapai Eropa,” tambah Jolie.

PBB mengumumkan bahwa mereka mendata lebih dari 3 juta pengungsi Suriah di negara-negara tetangga, sejak perang sipil pecah pada 2011. Secara keseluruhan, hampir setengah populasi Suriah telah direlokasi.

Hingga saat ini, belum ditemukan titik cerah guna menyelesaikan konflik yang terjadi. PBB memeringatkan warga bahwa kekerasan masih akan terus terjadi dan akan semakin parah bagi warga yang terjebak di dalam negeri.

“Hal tersebut membuat warga semakin sulit mengungsi,” papar Jolie.

Menyetujui pendapat Jolie, Komisioner PBB Antonio Guteres mendeskripsikan krisis Suriah sebagai kondisi darurat kemanusiaan terbesar di era modern.

Angelina Jolie merupakan perwakilan UNHCR, badan PBB yang mengurusi pengungsi internasional. (art)

Guardiola Beberkan Alasan Boyong Xabi Alonso

Guardiola sangat mengenal sosok gelandang satu ini.

Klub

Pemain Bintang


  • Xabi Alonso

Josep Guardiola (REUTERS/Stefan Wermuth)

VIVAbola - Kepindahan Xabi Alonso dari Real Madrid ke Bayern Munich tak hanya mengejutkan pendukung El Real. Suporter Bayern Munich juga dibuat bingung dengan keputusan Josep Guardiola memboyong bintang veteran ini.

Dengan usianya kini 32 tahun, masa emas Xabi Alonso tentu telah lewat. Yang mengherankan lagi, Guardiola selama ini dikenal sebagai pelatih yang selalu hobi mendatangkan pemain muda bertalenta. Lalu, apa alasan Guardiola?

Rupanya pelatih asal Spanyol ini masih sangat yakin kecerdasan Xabi akan berguna. Dan Guardiola tentu sangat mengenal sosok Xabi yang selama ini menjadi musuhnya saat ia masih melatih Barcelona. 

“Kita semua tahu Xabi Alonso. Dia punya kepribadian yang baik,” kata Guardiola dilansir Marca. “Xabi Alonso pemain yang sangat profesional dan ia juga pandai,” lanjutnya. 

Menariknya, Xabi didatangkan Guardiola dari Madrid yang sebelumnya telah “mencuri” Toni Kroos dari Allianz Arena. Namun, Guardiola masih belum dapat memastikan Xabi akan dimainkan di laga kontra Schalke, akhir pekan ini.

Sepanjang kariernya, Xabi telah mempersembahkan puluhan trofi termasuk dua Piala Eropa dan satu Piala Dunia bersama La Furia Roja. Ia juga mengoleksi dua trofi Champions League bersama Liverpool dan terakhir, Real Madrid. (art)

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left

  • Kroos Bukan Alasan Alonso Tinggalkan Madrid

  • Xabi Alonso Resmi Berkostum Bayern Munich

  • Bayern Datangkan Benatia, Robben: Siapa Dia?

  • Masuk “Grup Neraka”, Ini Curahan Hati Bayern Munich

  • Geliat Transfer Raksasa Eropa: Di Maria Jadi Sensasi

  • Drawing UCL: Madrid Jumpa Liverpool, Bayern di Grup Neraka

  • Tinggalkan Madrid, Xabi Alonso Segera Gabung Bayern

right

33 Tahun Beroperasi, Restoran Anjing di Korea Gulung Tikar

Ilustrasi anjing. (iStock)

Ilustrasi anjing. (iStock)

VIVAlife – Ada jargon lokal di Korea Selatan yang menyebut jika belum ke Daegyo, maka Anda belum sah berkunjung ke Korea Selatan. Restoran yang khusus menjual daging anjing ini, sudah beroperasi selama 33 tahun bahkan menjadi langganan dua mantan presiden Korea Selatan.

Namun, dalam waktu dekat, Daegyo, akan ditutup.

Alasannya, konsumen daging anjing di Korea Selatan terus menurun. Hal tersebut berkaitan dengan persepsi warga Korea Selatan yang kini menganggap anjing sebagai hewan peliharaan ketimbang sumber protein.

Selama berabad-abad, anjing merupakan salah satu kuliner eksotis yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Negeri Ginseng tersebut. Uniknya, pemerintah Korea Selatan tidak pernah secara resmi melakukan pendataan mengenai industri daging anjing di negaranya.

Umumnya, daging anjing didapatkan dari peternak yang dijual langsung ke restoran dan kemudian ke konsumen.

“Masyarakat Korea Selatan sudah ratusan tahun memakan daging anjing. Tapi sekarang, kebiasaan itu berubah,” kata Pemilik Daegyo, Oh Keum-il, dilansir Daily Mail.

Mengenang masa jaya Daegyo, Oh mengungkapkan keluarganya mencari resep rahasia dari seluruh negeri. “Kami mengumpulkan resep masakan anjing dari seluruh penjuru Korea,” ucap Oh, yang bahkan berkunjung ke Pyongyang, Korea Utara.

Dari riset tersebut, Oh berhasil menciptakan sup daging anjing yang menjadi hidangan populer di restorannya. Selain itu, Oh juga menyajikan hidangan tradisional Korea Selatan yang dia modifikasi menggunakan daging anjing.

Pada masa itu, lanjut Oh, Daegyo biasa menjual hingga 700 mangkuk sup anjing setiap harinya. Sementara jumlah anjing yang dikonsumsi per tahun di Korea Selatan bisa mencapai 2-25 juta ekor.

Tapi, generasi muda masa kini punya pandangan berbeda dengan Oh. Anjing bukan lagi merupakan bahan makanan, melainkan hewan peliharaan.

“Akibatnya, permintaan daging anjing menurun,” kata Oh.

Padahal sebelumnya, daging anjing dianggap sebagai kuliner kesehatan bagi masyarakat Korea Selatan. “Daging anjing memberi kekuatan dan menambah stamina,” tambah Oh.

Meskipun begitu, Daegyo, tetap diingat banyak konsumennya sebagai tempat bersejarah.

“Daegyo akan selalu ada di hati masyarakat Korea sebagai restoran legendaris yang menyajikan makanan enak,” kata Moon Jesuk, 32, salah seorang pelanggan Daegyo.

Saat ini, hanya sedikit restoran khusus daging anjing yang tersisa di Korea Selatan. Sebelumnya, jumlahnya lebih dari 1.500 restoran. Kini, mengerucut hingga lebih dari setengahnya. (ms)

Malam Ini, Kla Project Gelar Konser Mini di Solo

Kla Project (VIVAnews/Muhamad Solihin)

Kla Project (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAlife – Grup band Kla Project akan menggelar konser di Solo, Jumat malam, 29 Agustus 2014. Konser tersebut sekaligus akan menjadi ajang halal bihalal bagi para Klanese, sebutan penggemar grup band yang beranggotakan Katon, Lilo dan Adi, dari berbagai daerah di Indonesia.

Kla Project akan menghibur para penggemarnya di balroom Hotel The Sunan Solo. Rencananya mereka akan membawakan berbagai lagi hits andalan mereka yang pernah merajai blantika musik Indonesia.

“Lagu yang akan dinyanyikan Kla Project diantaranya Menjemput Impian, Pasir Putih, dan lainnya,” kata koordinator EO konser Kla Project, Arief Aar kepada VIVAlife di Solo.

Konser yang rencananya akan dimulai jam 20.00 WIB, diungkapkan dia, akan menjadi arena atau ajang halal bihalal bagi para Klanese dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Solo, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Semarang dan kota lainnya.

“Bahkan, ini penggemar dari Timor Leste juga sudah ada yang konfirmasi mau datang ke Solo untuk hadir dalam ajang halal bihalal penggemar Kla Project,” ucapnya.

Halal bihalal para penggemar ini, dikatakan dia dilakukan bertepatan dengan usai Lebaran beberapa waktu yang lalu. “Setelah beberapa waktu lalu nggak ketemu, maka para Klanese akan dipertemukan dalam konser di The Sunan Hotel Solo,” kata dia. (ita)