Aurel Hermansyah Dapat Kado Istimewa dari Rassya

Aurel Hermansyah dapat kado istimewa dari Rassya (VIVAnews/Heryu Nandiasa)

Aurel Hermansyah dapat kado istimewa dari Rassya (VIVAnews/Heryu Nandiasa)

VIVAlife- Putri sulung Anang Hermansyah dan Krisdayanti, Aurel Hermansyah merayakan ulang tahun yang ke-16, Kamis 10 Juli 2014. Di hari istimewanya itu, Aurel mendapat kado spesial dari putra Tamara Bleszynski, Teuku Rassya. Apa itu?

Rassya memberikan kado tersebut tadi pagi. Saat dikonfirmasi soal tersebut, Rassya tidak membantahnya. 

“Ada deh rahasia. Pokoknya barang kesukaan dia,” kata Rassya saat ditemui di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Rassya terlihat malu-malu saat sejumlah awak media, menanyakan sejauh mana kedekatannya dengan Aurel. Ia pun mengaku cukup dekat dengan Aurel.

Dan dengan wajah sedikit memerah, Rassya mengungkapkan, Aurel adalah sosok yang ramah dan menyenangkan.

“Dia baik, pengertian, dan kalau diajak ngomong itu nyambung. Dia lebih tua satu tahun,” ungkapnya. (ita)

Curahan Hati Fatin Bisa Nyoblos dan Celup Tinta

Fatin Shidqia Lubis (VIVAnews/Muhamad Solihin)

Fatin Shidqia Lubis (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAlife – Pesta demokrasi untuk memilih presiden Indonesia untuk lima tahun ke depan tahun ini mendapat sambutan yang cukup besar. Banyak pemilih pemula yang antusias memberikan suaranya untuk pertama kalinya.

Salah satunya adalah penyanyi muda, Fatin Shidqia Lubis. Pemenang X-Factor Indonesia itu mengaku grogi saat masuk ke bilik suara untuk menentukan pilihannya.

“Grogi, pilihan aku udah benar, apa harapan ke depan bisa dilaksanain sama dia. Aku nggak begitu ngerti politik, tapi mulai cari tahu gitu,” ujarnya saat dijumpai di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Rabu 9 Juli 2014.

Akhirnya bisa memberikan suaranya demi masa depan Indonesia membuat pelantun “Dia Dia Dia” itu merasa menjadi warga negara yang baik. “Kayak ngerasa jadi WNI yang baik. Menggunakan hak pilih, merasa melaksanakan kewajibannya aja,” ungkap gadis 17 tahun itu.

Saat usianya belum mencukupi untuk mencoblos, Fatin pun meniru hal yang dilakukan para pemilih saat pileg maupun pilpres. “Sebelumnya belum bisa memilih. Dulu ke sini (TPS) numpang celup tinta biar kayak anak gede, sekarang bisa milih,” lanjutnya tersenyum.

Sementara itu, dalam pilpres kali ini ia mengatakan tidak akan golput. Alasannya, dengan pilihannya nanti Fatin berharap agar pemimpin yang terpilih bisa melaksanakan visi misinya sesuai yang dijanjikan.

“Banyak yang masih golput, kayak nggak peduli akan negara sendiri. Bagaimana negara mau maju. Semoga visi misi terlaksana, memajukan Indonesia karena Indonesia memiliki potensi yang gede banget,” katanya. (art)

Media Brasil: Kekalahan Paling Memalukan

Rabu, 9 Juli 2014, 11:06 WIB

Haryanto Tri Wibowo

Timnas Jerman usai dikalahkan Jerman

VIVAbola – Sejumlah media Brasil mengungkapkan kekecewaan mereka usai Selecao dilumat Jerman 1-7 pada semifinal Piala Dunia 2014 di Estadio Mineiro, Belo Horizonte, Selasa 8 Juli 2014 waktu setempat (Rabu dini hari WIB). Mereka menganggap ini adalah kekalahan paling memalukan dalam sejarah sepakbola Brasil.

Misi Brasil untuk merebut gelar Piala Dunia keenam terhenti setelah kalah dari Jerman di babak semifinal. Tim besutan Luiz Felipe Scolari tersebut tertinggal 0-5 di babak pertama, sebelum akhirnya kalah 1-7 dari Jerman. Ini merupakan kekalahan terbesar Brasil di ajang Piala Dunia.

Sejumlah media Brasil, baik cetak dan online, mengungkapkan kekecewaan mereka usai kekalahan memalukan tersebut. Seperti dilansir Reuters, salah satu media ternama Brasil, Folha de S.Paulo, memampang judul “Sejarah Memalukan” dalam headline mereka.

Globo Esporte menampilkan judul “Memalukan Paling Memalukan”. Judul itu dipakai sebagai ironi dari pernyataan yang sering disampaikan Presiden Brasil, Dilma Rousseff, yakni Piala Dunia 2014 adalah “Piala Dunia dari seluruh Piala Dunia”. Jika Rousseff sering menggunakan hashtag #I Believe it melalui Twitter, maka Globo Esporte menggunakan hashtag #I Can’t Believe it.

Media online, The Folha, menampilkan foto pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari, yang memberi perintah kepada pemain dengan menunjukkan angka tujuh menggunakan jarinya. The Folha juga banyak menampilkan foto suporter Brasil yang tidak bisa menahan tangis usai pertandingan.

Kekecewaan juga diungkapkan salah satu kolumnis olahraga ternama Brasil, Juca Kfouri. Melalui blog miliknya, kolumnis 64 tahun itu mengatakan, “Sepakbola Brasil sudah menjadi debu.” © VIVAbola

Kisah Aktor Meteor Garden Nyaris Tewas di Thailand

Ken Zhu nyaris tewas saat di Thailand (Xin.Msn)

Ken Zhu nyaris tewas saat di Thailand (Xin.Msn)

VIVAlife - Kejutan demi kejutan diceritakan personel F4, Ken Zhu soal kehidupannya. Ken Zhu mengaku ia nyaris tewas saat tinggal di Thailand. Insiden tersebut terjadi tepat di ulang tahunnya, tahun lalu.

Dikisahkan Ken Zhu, ia berada di Thailand untuk belajar menjadi biksu. Ken Zhu memutuskan belajar menjadi biksu, karena merasa hatinya kotor dan banyak melakukan kesalahan. Ia direkomendasikan temannya untuk belajar di kuil Jiu Ta, Thailand. 

Selama berada di kuil, Ken Zhu merasakan hidup yang sangat berbeda. Namun, ia berusaha untuk menikmati. 

Dan pada tanggal 15 Januari, di saat merayakan ulang tahun, ia berencana membersihkan kamarnya. Ia pun meminjam penyedot debu dari kuil. 

Tiba-tiba, penyedot debu itu meledak karena korsleting. Insiden ini sempat membahayakan nyawanya. 

Ia sangat panik dan sempat tertegun. Dalam suasana kalut, ia menggunakan kakinya untuk memadamkan api.

Kemudian, Ken Zhu mengadukan apa yang terjadi padanya kepada salah satu biarawan di kuil itu. “Lahir dan meninggal di tanggal yang sama adalah suatu berkah,” ujar Ken Zhu menirukan ucapan biarawan tersebut.

Pemeran Ximen di Meteor Garden itupun berusaha mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Ia instropeksi dan mengingat perilaku di masa lalu. “Dulu saya keras kepala dan sombong,” ungkapnya.  (ita)

Sumber: Xin.Msn