Taylor Swift Benci Justin Bieber & Selena Kencan Lagi

Justin Bieber dan Selena Gomez (hollywoodlife)

Justin Bieber dan Selena Gomez (hollywoodlife)

VIVAlife- Penyanyi Taylor Swift yang bersahabat dengan Selena Gomez, terang-terangan mengungkapkan kebenciannya pada Justin Bieber. Apalagi, saat mengetahui, rekannya Selena Gomez kembali berkencan dengan bintang pop remaja itu.

Taylor Swift menyatakan ketidaksukaannya saat malam Billboard Music Award beberapa waktu lalu. Ia beranggapan, bahwa Selena sesungguhnya tidak harus kembali pada Bieber.

Seperti diberitakan Hollywood Life, Taylor Swift (23) tidak bisa berhenti berbicara tentang betapa dia membenci kencan sahabatnya dengan Bieber.

Saat Bieber menerima penghargaan di malam Billboard Music Awards, Taylor Swift bahkan sempat berbisik pada Selena. Banyak wartawan merasa penasaran dengan bisikan tersebut hingga menanyakan langsung pada Taylor Swift. Ia pun mengatakan, “Ohhh, Anda tidak ingin tahu!” jawab Taylor sambil menggeleng dan menatap tanah. “Ini rasanya seperti ingin  membuka sekaleng cacing. Terutama malam ini,” kata Taylor Swift.

Setelah Taylor membuat komentar misterius itu, wartawan menyarankan agar ia menulis lagu tentang hal itu, dan ia pun menjawab, “Tidak, itu bukan [saya]. Aku baik-baik!”

Meskipun jelas bahwa Taylor Swift sangat tidak menyukai Bieber, namun Selena kabarnya tidak memperdulikan hal itu. Ia tidak terpengaruh dengan komentar sahabatnya tentang Bieber.

Selena pun menyatakan akan tetap berteman dengan Taylor Swift meski ia tak menyukai hubungannya dengan Bieber.

Selena tahu bahwa Taylor Swift  bukanlah ancaman bagi hubungan mereka secara fisik dan secara keseluruhan. Selena tahu, apa yang terbaik untuknya. Dan Selena yakin suatu saat Taylor Siwft bisa melihat kebaikan Justin Bieber.

7 Pemain Pembawa Sial di Liga Champions

Klub

Berita Terkait

  • VIDEO: Lewandowski, Senjata Andalan Dortmund Lawan Bayern
  • ManCity Jadi Klub Masa Depan Guardiola
  • Mueller: Kalah Lagi, Munich Bakal Dicap Sebagai Pecundang
  • Harga Tiket Final UCL Melambung Hingga Rp205 Juta
  • Weidenfeller Berkaca pada Sukses Dortmund di 1997

Zlatan Ibrahimovic (REUTERS/Benoit Tessier)

VIVAbola – Sebagian pemain bintang ditakdirkan mengangkat trofi Liga Champions, dan sebagian tidak. Bahkan ada sejumlah pemain bintang yang dianggap sebagai pembawa sial di kompetisi tertinggi klub Benua Biru itu. Siapa sajakah mereka?

Berikut ini adalah sejumlah pemain bintang yang dianggap sebagai pembawa sial di Liga Champions seperti dikutip dari The Sun:

1. Chris Waddle

Chris Waddle (kiri)
Pada musim 1990/1991, Waddle sempat membawa Marseille ke final Liga Champions (masih bernama European Cup), tapi kalah adu penalti dari Red Star Belgrade. Mantan winger timnas Inggris itu meninggalkan Prancis pada 1992 untuk kembali ke Inggris bersama Sheffield Wednesday. Satu musim kemudian, Marseille kembali melangkah ke final Liga Champions. Meski tidak diunggulkan, Marseille akhirnya menang tipis 1-0 atas AC Milan lewat gol Basile Boli.

2. Jean-Pierre Papin

Papin bisa dibilang lebih sial dibanding Waddle. Pasalnya, striker timnas Prancis itu meninggalkan Marseille untuk bergabung dengan AC Milan pada 1992. Papin kemudian harus menghadapi mantan klubnya di final Liga Champions 1992/1993. Milan yang masih dijuluki “The Dream Team” ketika itu diunggulkan atas Marseille. Tapi, Papin bersama Milan harus tumbang 0-1 pada final yang berlangsung di Olympiastadion, Munich.

3. Patrick Berger

Patrick Berger
Menjadi bintang di Piala Eropa 1996, Berger menjadi rebutan sejumlah klub besar Eropa. Pemain asal Republik Ceko itu akhirnya meninggalkan Borussia Dortmund dan bergabung dengan Liverpool setelah hanya satu musim di Westfalenstadion.

Ditinggal Berger, Dortmund justru tampil mengejutkan di Liga Champions musim 1996/1997. Dortmund merebut satu-satunya trofi Liga Champions mereka hingga kini setelah mengalahkan Juventus 3-1 di final.

4. Markus Babbel

Menjadi runner-up Liga Champions bersama Bayern Munich musim 1998/1999, Babel meninggalkan Die Roten pada 2000 dan bergabung dengan Liverpool. Babbel kemudian mengalami masa-masa sulit di Anfield, sedangkan Munich berhasil meraih gelar Liga Champions 2000/2001.

5. Helder Postiga

Helder Postiga jebol gawang Norwegia
Menjadi juara Piala UEFA 2002/2003, striker timnas Portugal itu tidak mampu menolak tawaran menggiurkan Tottenham Hotspur dan hijrah ke White Hart Lane pada musim panas 2003. Postiga menjadi pembelian gagal Tottenham, sedangkan Porto justru berjaya di Liga Champions dengan menjadi juara musim 2003/2004 setelah mengalahkan AS Monaco di final.

6. Michael Owen

Michael Owen
Sepertinya banyak pemain lainnya, Michael Owen tidak bisa menolak tawaran bergabung Real Madrid. Pada 2004, Owen akhirnya meninggalkan Liverpool dan berlabuh di Santiago Bernabeu. Sayang, ambisi Owen untuk mengangkat trofi Liga Champions tidak terwujud. Owen lebih banyak absen karena cedera. Justru Liverpool yang mengejutkan dunia setelah secara dramatis mengalahkan AC Milan di final Liga Champions 2005 di Istanbul.

7. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic
Ibrahimovic sukses merebut lima gelar liga di negara berbeda. Tapi, jika bicara Liga Champions, bomber timnas Swedia itu selalu sial. Pada 2009, Ibrahimovic meninggalkan Inter Milan dan bergabung dengan Barcelona. Di musim itu, Inter di bawah asuhan Jose Mourinho justru sukses mengalahkan Bayern Munich di final Liga Champions.

Deja vu. Kejadian serupa dialami Ibrahimovic ketika meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan AC Milan. Ditinggal Ibrahimovic, Azulgrana berhasil merebut trofi Liga Champions 2011 ketika mengalahkan MU di final.

• VIVAbola   |   Share :  

7 Pemain Pembawa Sial di Liga Champions

Klub

Berita Terkait

  • VIDEO: Lewandowski, Senjata Andalan Dortmund Lawan Bayern
  • ManCity Jadi Klub Masa Depan Guardiola
  • Mueller: Kalah Lagi, Munich Bakal Dicap Sebagai Pecundang
  • Harga Tiket Final UCL Melambung Hingga Rp205 Juta
  • Weidenfeller Berkaca pada Sukses Dortmund di 1997

Zlatan Ibrahimovic (REUTERS/Benoit Tessier)

VIVAbola – Sebagian pemain bintang ditakdirkan mengangkat trofi Liga Champions, dan sebagian tidak. Bahkan ada sejumlah pemain bintang yang dianggap sebagai pembawa sial di kompetisi tertinggi klub Benua Biru itu. Siapa sajakah mereka?

Berikut ini adalah sejumlah pemain bintang yang dianggap sebagai pembawa sial di Liga Champions seperti dikutip dari The Sun:

1. Chris Waddle

Chris Waddle (kiri)
Pada musim 1990/1991, Waddle sempat membawa Marseille ke final Liga Champions (masih bernama European Cup), tapi kalah adu penalti dari Red Star Belgrade. Mantan winger timnas Inggris itu meninggalkan Prancis pada 1992 untuk kembali ke Inggris bersama Sheffield Wednesday. Satu musim kemudian, Marseille kembali melangkah ke final Liga Champions. Meski tidak diunggulkan, Marseille akhirnya menang tipis 1-0 atas AC Milan lewat gol Basile Boli.

2. Jean-Pierre Papin

Papin bisa dibilang lebih sial dibanding Waddle. Pasalnya, striker timnas Prancis itu meninggalkan Marseille untuk bergabung dengan AC Milan pada 1992. Papin kemudian harus menghadapi mantan klubnya di final Liga Champions 1992/1993. Milan yang masih dijuluki “The Dream Team” ketika itu diunggulkan atas Marseille. Tapi, Papin bersama Milan harus tumbang 0-1 pada final yang berlangsung di Olympiastadion, Munich.

3. Patrick Berger

Patrick Berger
Menjadi bintang di Piala Eropa 1996, Berger menjadi rebutan sejumlah klub besar Eropa. Pemain asal Republik Ceko itu akhirnya meninggalkan Borussia Dortmund dan bergabung dengan Liverpool setelah hanya satu musim di Westfalenstadion.

Ditinggal Berger, Dortmund justru tampil mengejutkan di Liga Champions musim 1996/1997. Dortmund merebut satu-satunya trofi Liga Champions mereka hingga kini setelah mengalahkan Juventus 3-1 di final.

4. Markus Babbel

Menjadi runner-up Liga Champions bersama Bayern Munich musim 1998/1999, Babel meninggalkan Die Roten pada 2000 dan bergabung dengan Liverpool. Babbel kemudian mengalami masa-masa sulit di Anfield, sedangkan Munich berhasil meraih gelar Liga Champions 2000/2001.

5. Helder Postiga

Helder Postiga jebol gawang Norwegia
Menjadi juara Piala UEFA 2002/2003, striker timnas Portugal itu tidak mampu menolak tawaran menggiurkan Tottenham Hotspur dan hijrah ke White Hart Lane pada musim panas 2003. Postiga menjadi pembelian gagal Tottenham, sedangkan Porto justru berjaya di Liga Champions dengan menjadi juara musim 2003/2004 setelah mengalahkan AS Monaco di final.

6. Michael Owen

Michael Owen
Sepertinya banyak pemain lainnya, Michael Owen tidak bisa menolak tawaran bergabung Real Madrid. Pada 2004, Owen akhirnya meninggalkan Liverpool dan berlabuh di Santiago Bernabeu. Sayang, ambisi Owen untuk mengangkat trofi Liga Champions tidak terwujud. Owen lebih banyak absen karena cedera. Justru Liverpool yang mengejutkan dunia setelah secara dramatis mengalahkan AC Milan di final Liga Champions 2005 di Istanbul.

7. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic
Ibrahimovic sukses merebut lima gelar liga di negara berbeda. Tapi, jika bicara Liga Champions, bomber timnas Swedia itu selalu sial. Pada 2009, Ibrahimovic meninggalkan Inter Milan dan bergabung dengan Barcelona. Di musim itu, Inter di bawah asuhan Jose Mourinho justru sukses mengalahkan Bayern Munich di final Liga Champions.

Deja vu. Kejadian serupa dialami Ibrahimovic ketika meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan AC Milan. Ditinggal Ibrahimovic, Azulgrana berhasil merebut trofi Liga Champions 2011 ketika mengalahkan MU di final.

• VIVAbola   |   Share :  

Kompaknya Aldi dan Ririn Dwi Aryanti Urus Anak

Aldi dan Ririn Dwi Aryanti (VIVAlife/Heryu Nandiasa)

Aldi dan Ririn Dwi Aryanti (VIVAlife/Heryu Nandiasa)

VIVAlife - Pesinetron Ririn Dwi Aryanti makin sibuk saja dengan dua buah hatinya, Siti Alana Kalyani anak pertamanya yang berusia 1,8 tahun dan Siti Alecia Kaira yang berusia 4,5 bulan. Meski demikian, istri Aldi ‘Bragi’ itu, Jumat 24 Mei 2013 mengaku senang, karena sang suami mau ikut membantu mengurus kedua anak mereka yang masih balita.

“Lumayan, semua masih bayi, ini itu dua-duanya masih ASI, lumayan ya. Tapi suaminya baik, mau ikut repot,” ucapnya saat dijumpai di Early Learning Center, Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Aldi pun mengatakan mengurus kedua anaknya, seperti mengurus anak kembar yang masih sangat membutuhkan perhatian. Ia pun berbagi tugas dengan Ririn.

“Urusnya kayak urus anak kembar, seru. Yang besar masih butuh perhatian banget. Karena kebetulan Ririn syuting, aku pulang kantor langsung sama anak-anak,” katanya.

Kesibukkannya menjadi ibu bekerja mengharuskan Ririn menggunakan pengasuh untuk merawat kedua putrinya itu.

“Karena aku kerja, perlu ada yang bantu. Aldi kerja, aku kerja, jadi butuh baby sitter, ada yang take care, tapi tetap kontrol,” ungkapnya. (umi)