Pengakuan Mengejutkan Katy Perry Soal Payudara

Katy Perry (REUTERS/Mario Anzuoni)

Katy Perry (REUTERS/Mario Anzuoni)

VIVAlife – Penyanyi seksi Katy Perry membuat pernyataan mengejutkan dan menjadi sorotan media. Katy mencurahkan hatinya soal payudara besarnya yang membuat ia tak nyaman.

Seperti dilansir Showbizspy, mantan istri Russell Brand ini menuturkan saat remaja harus mengenakan dua buah bra untuk menutupi payudaranya. Katy berusaha agar payudaranya tak terus menjadi perhatian banyak orang.

Pernyataan yang sontak mengundang perhatian itu dibenarkan oleh teman kecil Katy di sebuah tabloid Amerika, National Enquirer.

“Suatu saat ia ganti pakaian di ruang olahraga wanita. Ketika ia melepas bajunya, ia memakai dua bra,” ujar sumber tersebut, Rabu 22 Mei 2013.

Meski tak mau menyebutkan berapa ukuran payudara Katy, sang sumber memberi alasan. “Payudaranya terlalu besar sehingga ia harus pakai dua bra sekaligus,” ujarnya. Pelantun Katheryn Elizabeth Hudson ini menjalani “ritual” itu dalam waktu yang cukup lama.

Sumber mengatakan Katy pun bangga dengan aset yang dimilikinya itu. Tidak sedikit teman-teman sekolahnya dulu yang sempat ingin berkenalan dengan Katy.

“Ia benar bangga dengan hal itu dan ia mendapatkan banyak perhatian dari para anak laki-laki,” ujarnya.

Pengakuan Mengejutkan Katy Perry Soal Payudara

Katy Perry (REUTERS/Mario Anzuoni)

Katy Perry (REUTERS/Mario Anzuoni)

VIVAlife – Penyanyi seksi Katy Perry membuat pernyataan mengejutkan dan menjadi sorotan media. Katy mencurahkan hatinya soal payudara besarnya yang membuat ia tak nyaman.

Seperti dilansir Showbizspy, mantan istri Russell Brand ini menuturkan saat remaja harus mengenakan dua buah bra untuk menutupi payudaranya. Katy berusaha agar payudaranya tak terus menjadi perhatian banyak orang.

Pernyataan yang sontak mengundang perhatian itu dibenarkan oleh teman kecil Katy di sebuah tabloid Amerika, National Enquirer.

“Suatu saat ia ganti pakaian di ruang olahraga wanita. Ketika ia melepas bajunya, ia memakai dua bra,” ujar sumber tersebut, Rabu 22 Mei 2013.

Meski tak mau menyebutkan berapa ukuran payudara Katy, sang sumber memberi alasan. “Payudaranya terlalu besar sehingga ia harus pakai dua bra sekaligus,” ujarnya. Pelantun Katheryn Elizabeth Hudson ini menjalani “ritual” itu dalam waktu yang cukup lama.

Sumber mengatakan Katy pun bangga dengan aset yang dimilikinya itu. Tidak sedikit teman-teman sekolahnya dulu yang sempat ingin berkenalan dengan Katy.

“Ia benar bangga dengan hal itu dan ia mendapatkan banyak perhatian dari para anak laki-laki,” ujarnya.

Buat Film, Sophia Latjuba Gaet Mantan Suami dan Putrinya

Sophia Latjuba dan Eva (VIVAnews/Muhamad Solihin)

Sophia Latjuba dan Eva (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAlife - Menggarap proyek layar lebar sebagai sutradara untuk pertama kalinya, aktris Sophia Latjuba ingin memiliki chemistry yang baik dengan semua krunya. Oleh karena itu, ia memilih anaknya, Eva dan mantan suaminya, Indra Lesmana, untuk ikut serta dalam film “Adriana’.

Menurut dia, anak pertamanya itu lebih cantik dari dirinya. Kerja sama Eva dan Indra dalam membuat soundtrack film garapannya yang dibantu Fajar Nugros itu pun akan sangat menarik.

“Eva 10 kali lipat lebih cantik dari saya,” tuturnya saat ditemui di kawasan Pejaten Barat. 

Soundtrack film itu juga akan dinyanyikan Eva yang diaransemen oleh bapaknya, Indra Lesmana. Karena ini produksi yang pertama, ibu dua anak itu ingin semuanya memiliki chemistry yang bagus.

Sebagai seorang ibu dalam merawat anak, Sophia mengaku tak ada bedanya dengan ibu-ibu lain yang memiliki anak remaja. Meski demikian, wanita berusia 42 tahun itu mengaku anaknya masih bisa diberi pengertian dan bimbingan.

“Saya nggak protektif. Saya kritis. Dia masih bisa ditahan kok. Masih bisa dikasih bimbingan pelajaran intelektual,” ungkapnya.

Mengenai pasangan, secara tak langsung Sophia menyarankan agar Eva tak terlalu cepat mempunyai kekasih. “Kenapa mengharuskan. Kalau bisa malah kawin umur 40 tahun nanti. Sama seperti orang tua lain, kalau masalah apa saja saya pasti tahu, sooner or later,” ujarnya. (art)

Tanggapan Agen Soal Pencekalan Pemain dari 13 Negara

Berita Terkait

  • Persipura Sepakat Lepas Jacksen Latih Timnas
  • Longsor Mimika, TC Timnas U-19 Terancam Dipindah
  • BTN Tidak Pasang Target Juara untuk Timnas U-14
  • Ketum PSSI: Hukuman AFC Bikin Malu Indonesia
  • Mundari Siapkan 2 Uji Coba Bagi Timnas U-14

Pertandingan ISL (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAbola - Agen pemain asal Indonesia, Mulyawan Munial belum bisa berbicara banyak mengenai langkah PT Liga Indonesia yang melarang klub merekrut pemain dari 13 negara. Sampai saat ini, dia masih meminta  keterangan lebih lanjut dari PT Liga mengenai pencekalan terhadap pemain dari ke-13 negara itu.

PT Liga melarang klub merekrut pemain dari 13 negara dari kawasan Asia dan Afrika dengan beragam alasan, seperti konflik dalam negara, gejolak politik dan ideologi. Masalah administrasi, membuat PT Liga menempuh langkah tersebut agar tidak memberatkan klub saat pemain dari 13 negara itu harus menjalani pemeriksaan dari clearing house Keimigrasian.

Regulasi tersebut mulai berlaku di bursa transfer pertengahan musim ini hingga akhir musim. “Saya belum mendapat kejelasan mengenai keputusan itu. Saya belum mendengar langsung dari PT Liga,” kata agen pemain papan atas Indonesia itu saat dihubungi VIVAbola.

Menyikapi keputusan opetaror kompetisi ISL itu, Mulyawan menegaskan, bakal mematuhi instruksi dari PT Liga.”Namun, kami akan mempertimbangkan secara serius keputusan yang dibuat mereka. Harus ada alasan kuat, kenapa PT Liga mengeluarkan keputusan itu. Agar tidak ada pihak yang dirugikan dengan keputusan itu,” ujar agen pemain Andik Vermansyah dan Firman Utina itu.

Namun dia tetap meminta, klub menghormati kontrak pemain dari ke-13 negara itu yang sudah terlanjur dikontrak. “Itu harus, karena pemain itu telah meneken kontrak yang telah disepakati klub dan agen. Tidak bisa langsung dicabut begitu saja.”

Sementara itu, agen pemain Indonesia lainnya, Edy Syahputra mengaku tidak setuju dengan langkah PT Liga mencekal pemain dari ke-13 negara itu. Pasalnya, pihak Keimigrasian selalu memberikan jalan dan membantu para pemain asing di Indonesia untuk membuat Visa dan kartu izin tetap sementara (Kitas).

“Ini menjadi tidak fair karena pemain dari Afrika seperti Nigeria dan Kamerun juga memiliki kualitas. Pemain tersebut pantas diberikan kesempatan untuk bermain di Indonesia. Terlebih, tidak ada masalah juga dengan dokumen keimigrasian,” ucap Edy.

“Harusnya, PT Liga harus mengajak para agen berembuk sebelum melakukan pencekalan kepada pemain dari 13 negara itu,” ujar agen dari pemain Sriwijaya FC, Erik Week Lewis tersebut. (eh)

• VIVAbola   |   Share :