7 Pemain Pembawa Sial di Liga Champions

Klub

Berita Terkait

  • VIDEO: Lewandowski, Senjata Andalan Dortmund Lawan Bayern
  • ManCity Jadi Klub Masa Depan Guardiola
  • Mueller: Kalah Lagi, Munich Bakal Dicap Sebagai Pecundang
  • Harga Tiket Final UCL Melambung Hingga Rp205 Juta
  • Weidenfeller Berkaca pada Sukses Dortmund di 1997

Zlatan Ibrahimovic (REUTERS/Benoit Tessier)

VIVAbola – Sebagian pemain bintang ditakdirkan mengangkat trofi Liga Champions, dan sebagian tidak. Bahkan ada sejumlah pemain bintang yang dianggap sebagai pembawa sial di kompetisi tertinggi klub Benua Biru itu. Siapa sajakah mereka?

Berikut ini adalah sejumlah pemain bintang yang dianggap sebagai pembawa sial di Liga Champions seperti dikutip dari The Sun:

1. Chris Waddle

Chris Waddle (kiri)
Pada musim 1990/1991, Waddle sempat membawa Marseille ke final Liga Champions (masih bernama European Cup), tapi kalah adu penalti dari Red Star Belgrade. Mantan winger timnas Inggris itu meninggalkan Prancis pada 1992 untuk kembali ke Inggris bersama Sheffield Wednesday. Satu musim kemudian, Marseille kembali melangkah ke final Liga Champions. Meski tidak diunggulkan, Marseille akhirnya menang tipis 1-0 atas AC Milan lewat gol Basile Boli.

2. Jean-Pierre Papin

Papin bisa dibilang lebih sial dibanding Waddle. Pasalnya, striker timnas Prancis itu meninggalkan Marseille untuk bergabung dengan AC Milan pada 1992. Papin kemudian harus menghadapi mantan klubnya di final Liga Champions 1992/1993. Milan yang masih dijuluki “The Dream Team” ketika itu diunggulkan atas Marseille. Tapi, Papin bersama Milan harus tumbang 0-1 pada final yang berlangsung di Olympiastadion, Munich.

3. Patrick Berger

Patrick Berger
Menjadi bintang di Piala Eropa 1996, Berger menjadi rebutan sejumlah klub besar Eropa. Pemain asal Republik Ceko itu akhirnya meninggalkan Borussia Dortmund dan bergabung dengan Liverpool setelah hanya satu musim di Westfalenstadion.

Ditinggal Berger, Dortmund justru tampil mengejutkan di Liga Champions musim 1996/1997. Dortmund merebut satu-satunya trofi Liga Champions mereka hingga kini setelah mengalahkan Juventus 3-1 di final.

4. Markus Babbel

Menjadi runner-up Liga Champions bersama Bayern Munich musim 1998/1999, Babel meninggalkan Die Roten pada 2000 dan bergabung dengan Liverpool. Babbel kemudian mengalami masa-masa sulit di Anfield, sedangkan Munich berhasil meraih gelar Liga Champions 2000/2001.

5. Helder Postiga

Helder Postiga jebol gawang Norwegia
Menjadi juara Piala UEFA 2002/2003, striker timnas Portugal itu tidak mampu menolak tawaran menggiurkan Tottenham Hotspur dan hijrah ke White Hart Lane pada musim panas 2003. Postiga menjadi pembelian gagal Tottenham, sedangkan Porto justru berjaya di Liga Champions dengan menjadi juara musim 2003/2004 setelah mengalahkan AS Monaco di final.

6. Michael Owen

Michael Owen
Sepertinya banyak pemain lainnya, Michael Owen tidak bisa menolak tawaran bergabung Real Madrid. Pada 2004, Owen akhirnya meninggalkan Liverpool dan berlabuh di Santiago Bernabeu. Sayang, ambisi Owen untuk mengangkat trofi Liga Champions tidak terwujud. Owen lebih banyak absen karena cedera. Justru Liverpool yang mengejutkan dunia setelah secara dramatis mengalahkan AC Milan di final Liga Champions 2005 di Istanbul.

7. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic
Ibrahimovic sukses merebut lima gelar liga di negara berbeda. Tapi, jika bicara Liga Champions, bomber timnas Swedia itu selalu sial. Pada 2009, Ibrahimovic meninggalkan Inter Milan dan bergabung dengan Barcelona. Di musim itu, Inter di bawah asuhan Jose Mourinho justru sukses mengalahkan Bayern Munich di final Liga Champions.

Deja vu. Kejadian serupa dialami Ibrahimovic ketika meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan AC Milan. Ditinggal Ibrahimovic, Azulgrana berhasil merebut trofi Liga Champions 2011 ketika mengalahkan MU di final.

• VIVAbola   |   Share :  

7 Pemain Pembawa Sial di Liga Champions

Klub

Berita Terkait

  • VIDEO: Lewandowski, Senjata Andalan Dortmund Lawan Bayern
  • ManCity Jadi Klub Masa Depan Guardiola
  • Mueller: Kalah Lagi, Munich Bakal Dicap Sebagai Pecundang
  • Harga Tiket Final UCL Melambung Hingga Rp205 Juta
  • Weidenfeller Berkaca pada Sukses Dortmund di 1997

Zlatan Ibrahimovic (REUTERS/Benoit Tessier)

VIVAbola – Sebagian pemain bintang ditakdirkan mengangkat trofi Liga Champions, dan sebagian tidak. Bahkan ada sejumlah pemain bintang yang dianggap sebagai pembawa sial di kompetisi tertinggi klub Benua Biru itu. Siapa sajakah mereka?

Berikut ini adalah sejumlah pemain bintang yang dianggap sebagai pembawa sial di Liga Champions seperti dikutip dari The Sun:

1. Chris Waddle

Chris Waddle (kiri)
Pada musim 1990/1991, Waddle sempat membawa Marseille ke final Liga Champions (masih bernama European Cup), tapi kalah adu penalti dari Red Star Belgrade. Mantan winger timnas Inggris itu meninggalkan Prancis pada 1992 untuk kembali ke Inggris bersama Sheffield Wednesday. Satu musim kemudian, Marseille kembali melangkah ke final Liga Champions. Meski tidak diunggulkan, Marseille akhirnya menang tipis 1-0 atas AC Milan lewat gol Basile Boli.

2. Jean-Pierre Papin

Papin bisa dibilang lebih sial dibanding Waddle. Pasalnya, striker timnas Prancis itu meninggalkan Marseille untuk bergabung dengan AC Milan pada 1992. Papin kemudian harus menghadapi mantan klubnya di final Liga Champions 1992/1993. Milan yang masih dijuluki “The Dream Team” ketika itu diunggulkan atas Marseille. Tapi, Papin bersama Milan harus tumbang 0-1 pada final yang berlangsung di Olympiastadion, Munich.

3. Patrick Berger

Patrick Berger
Menjadi bintang di Piala Eropa 1996, Berger menjadi rebutan sejumlah klub besar Eropa. Pemain asal Republik Ceko itu akhirnya meninggalkan Borussia Dortmund dan bergabung dengan Liverpool setelah hanya satu musim di Westfalenstadion.

Ditinggal Berger, Dortmund justru tampil mengejutkan di Liga Champions musim 1996/1997. Dortmund merebut satu-satunya trofi Liga Champions mereka hingga kini setelah mengalahkan Juventus 3-1 di final.

4. Markus Babbel

Menjadi runner-up Liga Champions bersama Bayern Munich musim 1998/1999, Babel meninggalkan Die Roten pada 2000 dan bergabung dengan Liverpool. Babbel kemudian mengalami masa-masa sulit di Anfield, sedangkan Munich berhasil meraih gelar Liga Champions 2000/2001.

5. Helder Postiga

Helder Postiga jebol gawang Norwegia
Menjadi juara Piala UEFA 2002/2003, striker timnas Portugal itu tidak mampu menolak tawaran menggiurkan Tottenham Hotspur dan hijrah ke White Hart Lane pada musim panas 2003. Postiga menjadi pembelian gagal Tottenham, sedangkan Porto justru berjaya di Liga Champions dengan menjadi juara musim 2003/2004 setelah mengalahkan AS Monaco di final.

6. Michael Owen

Michael Owen
Sepertinya banyak pemain lainnya, Michael Owen tidak bisa menolak tawaran bergabung Real Madrid. Pada 2004, Owen akhirnya meninggalkan Liverpool dan berlabuh di Santiago Bernabeu. Sayang, ambisi Owen untuk mengangkat trofi Liga Champions tidak terwujud. Owen lebih banyak absen karena cedera. Justru Liverpool yang mengejutkan dunia setelah secara dramatis mengalahkan AC Milan di final Liga Champions 2005 di Istanbul.

7. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic
Ibrahimovic sukses merebut lima gelar liga di negara berbeda. Tapi, jika bicara Liga Champions, bomber timnas Swedia itu selalu sial. Pada 2009, Ibrahimovic meninggalkan Inter Milan dan bergabung dengan Barcelona. Di musim itu, Inter di bawah asuhan Jose Mourinho justru sukses mengalahkan Bayern Munich di final Liga Champions.

Deja vu. Kejadian serupa dialami Ibrahimovic ketika meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan AC Milan. Ditinggal Ibrahimovic, Azulgrana berhasil merebut trofi Liga Champions 2011 ketika mengalahkan MU di final.

• VIVAbola   |   Share :  

Kompaknya Aldi dan Ririn Dwi Aryanti Urus Anak

Aldi dan Ririn Dwi Aryanti (VIVAlife/Heryu Nandiasa)

Aldi dan Ririn Dwi Aryanti (VIVAlife/Heryu Nandiasa)

VIVAlife - Pesinetron Ririn Dwi Aryanti makin sibuk saja dengan dua buah hatinya, Siti Alana Kalyani anak pertamanya yang berusia 1,8 tahun dan Siti Alecia Kaira yang berusia 4,5 bulan. Meski demikian, istri Aldi ‘Bragi’ itu, Jumat 24 Mei 2013 mengaku senang, karena sang suami mau ikut membantu mengurus kedua anak mereka yang masih balita.

“Lumayan, semua masih bayi, ini itu dua-duanya masih ASI, lumayan ya. Tapi suaminya baik, mau ikut repot,” ucapnya saat dijumpai di Early Learning Center, Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Aldi pun mengatakan mengurus kedua anaknya, seperti mengurus anak kembar yang masih sangat membutuhkan perhatian. Ia pun berbagi tugas dengan Ririn.

“Urusnya kayak urus anak kembar, seru. Yang besar masih butuh perhatian banget. Karena kebetulan Ririn syuting, aku pulang kantor langsung sama anak-anak,” katanya.

Kesibukkannya menjadi ibu bekerja mengharuskan Ririn menggunakan pengasuh untuk merawat kedua putrinya itu.

“Karena aku kerja, perlu ada yang bantu. Aldi kerja, aku kerja, jadi butuh baby sitter, ada yang take care, tapi tetap kontrol,” ungkapnya. (umi)

FOTO: Serunya Wisata Pelayaran ke Nusa Lembongan

Di Nusa Lembongan, wisatawan bisa menikmati berbagai olahraga air. (VIVAnews/Tasya Paramitha)

Di Nusa Lembongan, wisatawan bisa menikmati berbagai olahraga air. (VIVAnews/Tasya Paramitha)

VIVAlife – Banyak yang belum tahu bahwa Bali memiliki tiga buah pulau yang lebih kecil yaitu Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Dari ketiga pulau tersebut, pulau Nusa Lembongan adalah yang paling sering didatangi wisatawan.

Di Bali, banyak agen wisata pelayaran yang menawarkan perjalanan menjelajahi ketiga pulau tersebut. Saat VIVAlife berkesempatan mendatangi salah satu agen wisata, sayangnya banyak wisata pelayaran yang full booked sehingga mau tidak mau kami hanya dapat memilih wisata yang hanya menuju ke Nusa Lembongan.

Untuk mengikuti wisata pelayaran ini, kami diharuskan membayar sebesar Rp650 biru per orang yang sudah termasuk biaya antar jemput dari dan ke hotel, makan pagi, makan siang, tiket transportasi darat di Nusa Lembongan dan fasilitas olahraga air atau water sport sepuasnya.

Pukul 8.30 pagi kami dijemput supir yang akan mengantarkan ke Pelabuhan Benoa. Pada pukul 9.30 para penumpang diperbolehkan naik ke kapal. Kapal ini bisa dibilang merupakan kapal pesiar yang ukurannya sangat besar dan terdiri dari tiga dek.

Dek pertama yang merupakan dek utama terbagi menjadi area indoor dan outdoor. Sedangkan dek kedua dan ketiga berisi tempat duduk yang seluruhnya outdoor, menawarkan pemandangkan lautan luas. Setelah sarapan pagi di atas kapal, kami pun berangkat menuju Nusa Lembongan pukul 10.00.

Setelah satu jam mengarungi lautan, sampai lah kami di perairan Nusa Lembongan. Untuk mencapai pulaunya, kami diharuskan menaiki kapal yang lebih kecil. Sesampainya ke Nusa Lembongan, kami dibawa menaiki mobil bak terbuka yang telah diberi atap seadanya dan tempat duduk memanjang dari kayu.

Perjalanan ini cukup seru karena melewati hutan dan jalanan yang naik turun. Sesampainya di Desa Lembongan, kami diajak ke tempat pengembangbiakkan rumput laut. Mata pencaharian penduduk desa ini mayoritas memang sebagai petani rumput laut.

Di belakang pulau ini terlihat lahan luas yang ditutupi oleh rumput laut yang sedang dijemur. Rumput laut tersebut nantinya bahkan diekspor ke Amerika dan Jepang. Di pagi hari saat air laut sedang surut, para petani akan turun ke laut dan memanen rumput laut. Di sekitar desa, terlihat banyak warung kecil menjajakan produk-produk rumput laut yang diolah menjadi kerupuk, selai, dodol dan sebagainya.

Setelah selesai melihat-lihat lokasi pengembangbiakkan rumput laut, kami dibawa ke sebuah gua yang letaknya di tengah-tengah Desa Lembongan. Gua yang bernama Gua Gala Gala tersebut merupakan gua yang dibangun oleh seorang pemahat sekaligus pemuka agama lokal pada tahun 1961 sebagai tempat meditasi.

Terdapat beberapa pintu masuk gua yang bentuknya bulat seperti lubang dan terdapat tangga yang akan membawa Anda menuju ke bawah hingga kedalaman sepuluh meter. Di dalamnya, gua ini menyerupai labirin yang memiliki bebetapa bilik yang dipakai sebagai tempat meditasi.

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 12.00 siang, kami diajak kembali ke kapal besar untuk makan siang. Di kapal, deretan buffet telah disiapkan. Menu makanannya pun beragam dari hidangan khas Bali hingga menu internasional yang banyak menggunakan seafood sebagai bahan utamanya.

Kapal besar tempat kami berkegiatan di perairan Nusa Lembongan ini berbeda dengan kapal yang kami naiki dari Pelabuhan Benoa. Kapal ini memiliki dua lantai yaitu lantai pertama berisi dapur, kamar mandi, area makan, bar dan tempat penitipan barang-barang. Sedangkan lantai dua berisi tempat duduk-duduk dan tempat bersantai untuk berjemur. Kapal ini juga dilengkapi dengan perosotan besar yang dapat digunakan mereka yang ingin berenang di laut.

Setelah makan siang, kami boleh bebas melakukan water sport seperti naik perahu kano, banana boat, snorkeling dan diving. Untuk snorkeling dan diving, kami diharuskan naik ke kapal kecil yang akan membawa ke lokasi yang memiliki terumbu karang yang indah. Di sana para petugas menyediakan peralatan yang dibutuhkan.

Walaupun ombak besar membuat kami terombang-ambing serta air laut yang saat itu sedingin es membuat kami menggigil, pengalaman snorkeling di perairan Nusa Lembongan sangat memuaskan. Pemandangan terumbu karang yang indah serta beragam spesies ikan yang ikut berenang bersama kami membuat pengalaman ini menjadi tak terlupakan.

Lihat foto-foto Nusa Lembongan di tautan ini.