Rilis Album, Penyanyi Jazz Joshua March Gandeng 9 Musisi

Joshua March. (Joshua March Instagram)

Joshua March. (Joshua March Instagram)

VIVAlife – Penyanyi aliran jazz, Joshua March mengaku puas dengan pencapaian album perdananya yang akan rilis pekan depan. Ia mengakui banyak tantangan dalam menggarap album tersebut.

“Ini album saya yang penuh konsentrasi dan butuh waktu untuk menyesuaikan semua lagunya. Tapi, saya puas akhirnya bisa selesai,” ujar Joshua kepada VIVAlife, Rabu 27 Agustus 2014.

Dalam penggarapan album tersebut, Joshua tak sendiri. Ia dibantu oleh sejumlah musisi muda seperti Andre Dinuth, Nicky Manuputy, Dharana Moniaga, Damez Nababan, Paul T-Five, Alvin Kurniawan, Alvin Lubis, Abram Lembono, Ronald Steven dan masih banyak lagi.

“Saya senang akhirnya banyak yang membantu album saya. Harapannya lagu-lagunya banyak yang menyukainya,” ujarnya.

Album berisi delapan lagu itu sendiri bertajuk Love Is Real. Menurut Joshua, lagu-lagu dalam album perdananya itu banyak mengisahkan perjalanan karier dan kehidupan pribadinya.

“Kenapa love is real karena terdapat 8 lagu di dalam album itu yang menggambarkan Bagaimana Rasa nya Jatuh Cinta, Patah Hati, Senang dan sedih dan semua itu pernah dirasakan oleh saya sendiri,” ujarnya. (one)

FOTO: Kongko Asyik ala Seniman Bandung

Jembatan row di depan Lawangwangi Resto, Dago Giri, Bandung (VIVAnews/Ken Puspita)

Jembatan row di depan Lawangwangi Resto, Dago Giri, Bandung (VIVAnews/Ken Puspita)

VIVAlife - Hamparan rumput hijau yang luas, deretan patung yang tertata apik di sudut taman, serta pemandangan pegunungan di bawah kaki langit, membuat restoran yang terletak di Dago Giri ini memiliki nilai lebih, terutama untuk mereka yang menyukai seni dan alam.

Meski terletak di daerah atas Bandung dan harus melewati jalan kecil yang berliku-liku, gerbang Lawangwangi tetap dimasuki oleh barisan mobil. Tempat ini tidak pernah surut oleh pengunjung apalagi saat hari libur tiba.

Memasuki gerbang Lawangwangi, Anda akan disambut dengan pemandangan alam yang terhampar luas dan tiada batas. Suasana ini membuat pengunjung betah berlama-lama dan tampil narsis di depan kamera.

Bangunan resto ini juga terbilang unik, berbentuk minimalis dan menyerupai rumah, apalagi cat bangunan di dominan dengan warna putih. Resto ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Tuku, Art Gallery, dan Cafe.

Tuku diambil dari bahasa Jawa yang berarti membeli. Di lantai pertama ini, Anda dapat membeli apa pun yang menurut Anda menarik. Semua barang yang dijajakan semuanya berkaitan dengan seni.

Lantai kedua adalah Art Gallery. Ada satu ruangan di sini yang hanya dibuka setiap satu jam sekali. Ruangan ini diisi dengan hasil karya para seniman yang disesuaikan dengan tema tiap bulannya.

Setiap lukisan yang dipamerkan memiliki nilai dan karakter. Berbeda seperti galeri pada umumnya, ketika lampu ruangan dimatikan dan sinar UV dinyalakan lukisan akan berganti gambar dan warna.

Yang menarik dari tempat ini adalah banyaknya pemandu yang berdiri di setiap sudut ruangan. Untuk yang awam tentang seni, para pemandu akan menjelaskan tentang mahakarya yang dipajang di dalam ruangan.

Usai menikmati seni, Anda dapat memanjakan mata, lidah, dan perut di bagian cafe. Arsitektur yang didominasi oleh kayu membuat menyatu dengan alam. Apalagi jika bersantap di balkon restoran, perasaan menyatu dengan alam akan semakin terasa.

Di sini juga disediakan sebuah jembatan kayu di Rooftop samping restoran. Anda dapat berjalan ke ujung jembatan dan melihat keadaan kota Kembang dengan lebih jelas. Pemandangan di sini jauh lebih terasa indah, ketimbang di taman, mungkin karena posisinya yang jauh lebih tinggi.

Untuk santapan yang disajikan tidak jauh berbeda seperti tempat makan pada umumnya. Untuk cemal-cemil, Anda dapat icip pizza, pisang bakar, nachos, dan tahu gimbal. Sementara itu, pilihan untuk makanan berat, Anda dapat menikmati tenderloin steak, ayam penyet lawangwangi yang disandingi dengan sambal balacan atau Chicken lawangwangi.

Jika berkunjung pada siang hari, Anda harus menikmati Violet VV, perpaduan blackberry, cranberry, leci, dan susu. Untuk menambah sensasi minuman, Violet VV dicampur dengan nata de coco dan potongan cery.

Untuk yang lebih menyegarkan ada juga Leci squash dan es kopi. Kalau yang lebih menghangatkan ada Lawangwangi tradisional, yaitu perpaduan antara jahe, madu, kayu manis. dan nata de coco.

Simak foto-foto Lawangwangi di tautan ini

Lawangwangi Creative Sapce Cafe Bandung

Alamat: Jalan Dago Giri No. 99 Bandung, Jawa Barat
Telp: 022-2504065

Harga: Rp5.000 -Rp80.000

Jam operasional
Selasa – Kamis: 11:00 – 22:00
Jumat – Sabtu    : 10:00 – 23:00
Minggu            : 11:00 – 22:00
* Restoran tutup di Hari Senin.

Timnas U-23 Bidik Satu Uji Coba Jelang Asian Games

Pelatih Timnas U-23, Aji Santoso (hitam) (NineSport)

VIVAbola – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Aji Santoso, berharap timnya bisa melakoni satu laga uji coba jelang tampil di Asian Games 2014. Aji mengaku tidak mempermasalahkan siapa yang akan menjadi lawan uji coba tim Garuda Muda.

Timnas U-23 akan menjalani pemusatan latihan (TC) terakhir di Jakarta, 7-9 September 2014. Rencananya, Alfin Tuasalamony dan kawan-kawan akan berangkat ke Korea Selatan pada 10 September 2014, dan menjalani laga pertama di Asian Games 2014 dengan melawan Timor Leste lima hari kemudian.

Mepetnya waktu persiapan tidak memungkinkan Timnas U-23 menggelar laga uji coba internasional. Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono, sebelumnya juga sudah menyatakan tidak akan mencarikan lawan uji coba dari luar negeri untuk Timnas U-23.

Namun, Aji berharap timnya bisa menjalani satu pertandingan uji coba sebelum berangkat ke Korea Selatan. Mantan pelatih Putra Samarinda itu mengatakan, uji coba sangat penting untuk mematangkan permainan tim. Terlebih, Timnas U-23 kini punya dua pemain senior anyar, Ahmad Jufriyanto dan Ferdinand Sinaga.

“Mungkin dengan klub lokal, tidak masalah. Karena jika uji coba dengan tim luar waktunya terlalu mepet. Uji coba fungsinya untuk mengasah kembali cara bermain tim,” ujar Aji saat dihubungi wartawan, Rabu 27 Agustus 2014.

“Dua pemain senior yang baru masuk, dengan kualitas dan pengalamannya, saya pikir tidak akan sulit beradaptasi. Hanya saja, setelah bermain dengan klub masing-masing, saya ingin kembalikan pola kerja sama para pemain di Timnas U-23,” sambungnya.

Timnas U-23 tergabung di Grup E bersama Thailand, Maladewa, dan Timor Leste. Cabang sepakbola di Asian Games 2014 akan digelar sepanjang 14 September hingga 2 Oktober 2014. (art)

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left

  • Mengintip Kekuatan “Musuh” Timnas U-23 di Asian Games 2014

  • Timnas U-23 Optimistis Lolos dari Fase Grup Asian Games

  • BTN Rilis 20 Nama Pemain Timnas U-23 ke Asian Games

  • Ini Pertimbangan Pelatih Timnas U-23 Pilih 3 Pemain Senior

  • Kata Pelatih Cagliari Usai Kalahkan Timnas U-23

  • Timnas U-23 Takluk dari Cagliari

  • Babak I, Cagliari Ungguli Timnas U-23 Lewat Gol Bunuh Diri

right

Tessa Kaunang Lega dengan Sidang Cerai Perdana

Tessa Kaunang (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

Tessa Kaunang (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAlife – Sidang cerai perdana presenter Tessa Kaunang dan Sandy Tumiwa baru saja digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 25 Agustus kemarin. Tessa mengaku lega telah melewati jalannya persidangan yang mengagendakan mediasi tersebut.

“Kalau untuk kemarin saya sudah tenang karena sudah lewati mediasi,” ujarnya, saat ditemui di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Agustus 2014.

Tessa sendiri tidak menampik sempat merasakan ketegangan saat memutuskan mengikuti jalannya persidangan. Namun demikian itu semua harus dilewati karena hal tersebut sudah menjadi bagian hidupnya.

“Agak deg-degan tapi saya harus jalanin. Ya memang sih, saya bukan orang hukum, jarang ke pengadilan dan suasananya nggak enak juga,” tuturnya.

Pemilik nama lengkap Tessalonica Indri Roxana Aryani Anes Kaunang itu mengaku langkahnya tersebut semata hanya ingin meresmikan keputusannya untuk berpisah dari Sandy.

“Sebelum masuk gugatan, kami sudah ambil kesepakatan. Ini hanya resmikan perpisahan jadi memang saya sudah siapin diri saja,” katanya.