Kiper Ini Tetap Tampil Meski Sebutir Peluru Bersarang di Kepalanya

Dusko Krtalica menjadi korban peluru nyasar.

Pertandingan amatir di Sarajevo (Dnevni Avaz)

VIVAbola – Nasib malang menimpa salah seorang penjaga gawang saat bermain di sebuah turnamen amatir di Sarajevo. Dusko Krtalica, kiper berusia 51 tahun harus menjalani operasi setelah sebutir peluru kaliber 9 mm bersarang di kepalanya.

Menurut laporan surat kabar Dnevni Avaz, insiden bermula saat Krtalica tampil pada sebuah turnamen amatir di Boljakov Potok, pinggiran kotan Sarejevo, belum lama ini. Saat pertandingan berjalan, Krtalica tiba-tiba merasa pusing.

Awalnya Krtalica menduga bahwa rasa pusing itu diakibatkan benturan usai melakukan sebuah tindakan penyelamatan. Krtalica pun mengabaikannya dan terus bermain hingga pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Setelah pertandingan, lengan Krtalica mulai terasa kaku. Dia juga mengalami kesulitan untuk berbicara sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Di rumah sakit, dokter terkejut saat mengetahui ada sebutir peluru yang bersarang di kepala Krtalica. Dia lalu dipindahkan ke ruang bedah saraf untuk mengangkat proyektil peluru tersebut. Juru bicara rumah sakit mengatakan bahwa operasi berjalan lancar dan kondisi Krtalica kini sudah berangsur stabil.

Sementara itu, pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkap kejadian ini. Teka-teki ini baru terjawab setelah polisi mengetahui ada tiga pesta pernikahan yang berlangsung di sekitar stadion. Selama pesta berlangsung, salah seorang peserta pesta diduga telah menembakkan pistolnya untuk menambah kemeriahaan acara tersebut. Sial, salah satu peluru yang dimuntahkan justru mengenai Krtalica. 

Berbekal temuan tersebut, pihak kepolisian akhirnya mengamankan salah seorang peserta pesta yang diduga sebagai pelaku. Warga lokal berusia 42 tahun, Seyne Ligata ditangkap beserta pistol yang digunakannya. Polisi juga menemukan 12 lubang bekas tembakan di dinding stadion. Beruntung, selain  Krtalica tak ada korban lain dalam insden peluru nyasar tersebut.

• VIVAbola   |   Share :  

Pelatih Sriwijaya Apresiasi Mental Pemain

Klub

Berita Terkait

  • Sriwijaya FC Susah Payah Tekuk Persegres
  • LIVESTREAMING: Sriwijaya FC Tertahan Persegres di Babak I
  • LIVE tvOne: Jamu Persegres, SFC Waspadai 5 Mantan Pemain
  • Realistis, Sriwijaya Kini Bidik Runner Up ISL
  • Sriwijaya Kecewa Perlakuan Bobotoh dan Manajemen Persib

Tim Sriwijaya FC di ISL 2013 (ANTARA/Nila Fu’adi)

VIVAbola – Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi mengatakan cukup puas atas permainan timnya saat berhasil menang atas tamunya Gresik United dengan skor 2-1 dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu 19 Juni 2013 sore.

Sriwijaya sempat tertinggal lebih dulu, sebelum akhirnya mencetak dua gol balasan sekaligus menutup laga menjadi 2-1. “Ini bukti mental pemain yang mampu bangkit. Hasil manis yang patut diapreasi,” kata Kas Hartadi kepada wartawan.

“Walaupun sempat dikagetkan lewat gol cepat lawan, namun dengan ketenangan pemain akhirnya mampu membalikkan kedudukan hingga menuai hasil positif,” ujar Kas Hartadi puas.

Sementara itu, Pelatih Gresik United, Widodo Cahyono Putra, mengatakan, meski mengalami kekalahan namun tidak membuatnya berkecil hati dan terlalu kecewa. Sebab, dia mengakui secara permainan timnya layak kalah dari Sriwijaya.

“Selamat buat Sriwijaya yang telah menang. Inilah sepakbola, semuanya ditentukan dalam 90 menit. Walaupun kami sempat unggul di babak pertama, di babak kedua barisan pertahanan lemah dan akhirnya tercipta gol lawan,” ujar Widodo

Meski demikian, Widodo sangat menyayangkan keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya soal faktor non teknis di lapangan.

“Keputusannya memang cukup baik. Namun banyak yang keliru seperti memberhentikan pertandingan sejenak ketika adboard melayang. Padahal di satu sisi kita sedang menyerang,” katanya. (eh)

• VIVAbola   |   Share :  

Dikabarkan Menikah Siri dengan Fadlan, Ini Jawaban Lyra Virna

Lyra Virna (Twitter @lyravirna)

Lyra Virna (Twitter @lyravirna)

VIVAlife – Proses perceraian Lyra Virna dengan Syarief Hakim alias Eric Scada berlangsung singkat. Keduanya diputus cerai karena verstek, beberapa bulan lalu. Pasca itu, Lyra dikabarkan telah menikah siri dengan seorang presenter, Muhammad Fadlan. Ditemui di gedung Trans TV, Rabu, 19 Juni 2013 Lyra mengaku tak peduli menanggapi kabar itu. Ia memilih mengamini kabar baik yang beredar itu.

“Kalau doa digosipkan menikah itu kan baik ya. Amien saja, mudah-mudahan Allah memberi jalan dan kebenaran. Seperti apa ending-nya, kan masih rahasia Allah,” ujarnya sambil tersenyum.

Tak memungkiri, Lyra memang berteman dekat dengan Fadlan. Keduanya beberapa kali tertangkap basah sedang berjalan bersama.

Lyra menambahkan, kedua anaknya pun sudah kenal dengan pria yang memiliki kembaran bernama Fadly itu. “Kalau aku punya teman, nggak cewek ataupun cewek, memang sering ketemu. Kalau ketemu aku bawa anak-anak. Jadi pasti kenal,” katanya menerangkan.

Namun, ia merasa tak punya kewajiban untuk mendekatkan anak-anak dengan teman-temannya. Kalau memang ingin dekat, biarkan mereka mendekatkan diri sendiri.

Tak jarang teman-temannya yang dekat dengan anak-anak. “Ada yang bisa dekat, ada juga yang nggak bisa,” kata Lyra menambahkan.

Yang pasti, saat ini ia membuka lebar pintu pertemanannya dengan siapa saja. Namun, Lyra sadar diri tak semua orang mau mendekati seorang janda berumur dan beranak dua seperti dirinya. Kalaupun ada yang tulus mau mendampinginya, sosok itu harus juga menyayangi kedua anaknya.

“Harus serius. Karena latar belakang aku itu, nggak sembarang orang mau mendekati. Anak-anak nggak mungkin dibuat iseng,” ucapnya. (eh)

Hobi Ekstrem Widi “Vierratale” Menantang Maut

Widi Nichlany  

VIVAlife - Meski penampilannya terkesan seksi dan modis, Widi, vokalis band Vierratale memiliki hobi yang tak biasa. Selain gemar berolahraga basket dan lainnya, ia juga menekuni olahraga ekstrem seperti terjun payung.

“Senang saja, seru saat berada di atas, jadi nggak kepikiran apa-apa,” kata Widi saat menjadi bintang tamu di Seputar Obrolan Selebriti (SOS) ANTV, Rabu, 19 Juni 2013.

Widi mengakui memang sudah lama jatuh cinta dengan olahraga yang menantang adrenalin tersebut. Ia pun bersyukur karena kegemarannya tersebut tidak mendapat tentangan dari kedua orangtuanya.

“Mama papaku malah menemani, ikut di pesawat. Papaku juga kasih tahu aku harus begini-begitu,” ujarnya senang.

Didampingi orangtua dalam kegiatan menantang, membuat Widi lebih merasa tenang dan nyaman. Kebahagiaan Widi semakin lengkap karena sang kekasih juga selalu setia menemaninya. “Aku nggak bisa jauh dari pasangan, jadi dia ikut terbang juga,” ujarnya malu-malu.

Untuk hobinya tersebut, Widi memang harus selalu menyisihkan uang ekstra. Namun, itu bukan masalah bagi Widi. “Cuma aku lupa berapa budget pastinya. Biasanya ada paket-paketnya, misalnya kalau pakai tandem berapa atau sendiri berapa,” ungkapnya.