Pangeran William Jagokan Bayern Juara Liga Champions

Presiden FA ini bertaruh Bayern akan menang 2-0.

Klub

Berita Terkait

  • Bomber Maut Bayern Idolakan Ibrahimovic
  • Bayern Munich Sudah Belajar dari Chelsea dan Inter
  • Menilik 6 Final Liga Champions di Wembley
  • VIDEO: Dua Raksasa Jerman Adu Strategi di Final Liga Champions
  • Dortmund Tebar Pesona di London Jelang Final

Pangeran William bersama Presiden UEFA, Michel Platini (Reuters)

VIVAbola – Final Liga Champions antara Borussia Dortmund kontra Bayern Munich yang akan berlangsung dini hari nanti, di Stadion Wembley, tak luput dari perhatian keluarga kerajaan Inggris. Termasuk Pangeran William. Presiden Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) tersebut pun sudah menjagokan salah satu tim Bundesliga tersebut.

Siapakah tim yang dijagokan William? Ternyata, calon Raja Inggris tersebut lebih memilih Bayern sebagai kandidat juara. Hal ini diutarakannya ketika menghadiri kongres UEFA di Hotel Grosvenor, London, Jumat 24 Mei 2013.

Di acara tersebut, putra dari Pangeran Charles ini juga mengungkapkan kebanggaan, karena FA bisa menjadi tuan rumah final Liga Champions di saat FA merayakan ulang tahun ke-150.

“Suatu kebanggaan bagi kami, FA, untuk bisa menjadi tuan rumah kongres UEEFA dan tentu saja final Liga Champions. Saya menjagokan Bayern Munich dan skornya 2-0 untuk mereka. Sangat luar biasa bisa menjadi tuan rumah di kompetisi terbaik klub Eropa, saat kami merayakan ulang tahun ke-150,” papar suami dari Catherine Middleton tersebut dilansir Daily Mail.

Ini merupakan pertama kalinya Dortmund dan Bayern berhadapan di final. Klub yang juga menjadi rival di Bundesliga tersebut masing-masing mengalahkan Real Madrid dan Barcelona di semifinal.

Bagi Bayern, ini merupakan final ke-13 mereka. Namun, mereka lebih sering menelan kekalahan. Terakhir, di musim lalu, FC Hollywood harus takluk dari Chelsea lewat adu penalti di Allianz-Arena. (art)

• VIVAbola   |   Share :  

Kewajiban Eyang Subur Setelah Melepaskan Tiga Istrinya

Istri-istri Eyang Subur (VIVAnews/Muhamad Solihin)

Istri-istri Eyang Subur (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAlife - Resmi melepaskan istri ke-5, 7, dan 8, tanggung jawab Eyang Subur tak lantas selesai begitu saja. Ada beberapa kewajiban yang harus ia lakukan. Hak dan kewajiban itu pun tertera di Surat Pernyataan Pelepasan sebagai pendamping hidup Eyang Subur.

Di antara hak dan kewajiban yang disebutkan, Eyang Subur diharuskan untuk memberikan nafkah kepada anak-anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut. Istri-istrinya pun berhak mendapatkan harta selama pernikahan berlangsung. Hal ini tertera dalam surat perjanjian yang ditandatanganinya.

“1. Pihak pertama berhak untuk tak mendapatkan tuntutan hukum dari pihak kedua terkait adanya pelepasan hubungan hukum antara pihak pertama dan pihak kedua sebagai suami istri.

2. Pihak kedua mendapatkan harta dari pihak pertama selama perkawinan antara perkawinan pihak pertama dan kedua menjadi hak pihak kedua.

3. Pihak pertama berkewajiban untuk menafkahi anak-anak yang dilahirkan dari hasil pihak pertama dan kedua sampai dengan dewasa, atau telah menikah, atau sampai berusia 21 tahun.

4. Pihak kedua berhak dan berkewajiban untuk mengasuh dan mendidik anak-anak dari hasil pernikahan pihak pertama dan kedua dengan sebaik-baiknya.

5. Pihak pertama memberikan tempat tinggal yang layak kepada pihak kedua sebagai tanggang jawab sosial.

Eyang Subur resmi melepaskan istri ke-5 Reny Mulya Ningsih, ke-7 Anniesa, dan ke-8 Nita Septiarini. Disebut melepaskan dan bukan cerai, karena perkawinan ke-5 dan seterusnya sudah tidak bisa disebut pernikahan.

Menurut tim kuasa hukum Eyang Subur, Anas Alaidi, setelah pelepasan ini, ketiga istri Eyang akan tetap tinggal di rumah Eyang.

“Setelah pelepasan ini, status istri itu sementara ditampung di sini, sampai dapat tempat yang layak. Untuk teknis itu masalah internal kami,” ujar Anas. (art)

Taylor Swift Benci Justin Bieber & Selena Kencan Lagi

Justin Bieber dan Selena Gomez (hollywoodlife)

Justin Bieber dan Selena Gomez (hollywoodlife)

VIVAlife- Penyanyi Taylor Swift yang bersahabat dengan Selena Gomez, terang-terangan mengungkapkan kebenciannya pada Justin Bieber. Apalagi, saat mengetahui, rekannya Selena Gomez kembali berkencan dengan bintang pop remaja itu.

Taylor Swift menyatakan ketidaksukaannya saat malam Billboard Music Award beberapa waktu lalu. Ia beranggapan, bahwa Selena sesungguhnya tidak harus kembali pada Bieber.

Seperti diberitakan Hollywood Life, Taylor Swift (23) tidak bisa berhenti berbicara tentang betapa dia membenci kencan sahabatnya dengan Bieber.

Saat Bieber menerima penghargaan di malam Billboard Music Awards, Taylor Swift bahkan sempat berbisik pada Selena. Banyak wartawan merasa penasaran dengan bisikan tersebut hingga menanyakan langsung pada Taylor Swift. Ia pun mengatakan, “Ohhh, Anda tidak ingin tahu!” jawab Taylor sambil menggeleng dan menatap tanah. “Ini rasanya seperti ingin  membuka sekaleng cacing. Terutama malam ini,” kata Taylor Swift.

Setelah Taylor membuat komentar misterius itu, wartawan menyarankan agar ia menulis lagu tentang hal itu, dan ia pun menjawab, “Tidak, itu bukan [saya]. Aku baik-baik!”

Meskipun jelas bahwa Taylor Swift sangat tidak menyukai Bieber, namun Selena kabarnya tidak memperdulikan hal itu. Ia tidak terpengaruh dengan komentar sahabatnya tentang Bieber.

Selena pun menyatakan akan tetap berteman dengan Taylor Swift meski ia tak menyukai hubungannya dengan Bieber.

Selena tahu bahwa Taylor Swift  bukanlah ancaman bagi hubungan mereka secara fisik dan secara keseluruhan. Selena tahu, apa yang terbaik untuknya. Dan Selena yakin suatu saat Taylor Siwft bisa melihat kebaikan Justin Bieber.

7 Pemain Pembawa Sial di Liga Champions

Klub

Berita Terkait

  • VIDEO: Lewandowski, Senjata Andalan Dortmund Lawan Bayern
  • ManCity Jadi Klub Masa Depan Guardiola
  • Mueller: Kalah Lagi, Munich Bakal Dicap Sebagai Pecundang
  • Harga Tiket Final UCL Melambung Hingga Rp205 Juta
  • Weidenfeller Berkaca pada Sukses Dortmund di 1997

Zlatan Ibrahimovic (REUTERS/Benoit Tessier)

VIVAbola – Sebagian pemain bintang ditakdirkan mengangkat trofi Liga Champions, dan sebagian tidak. Bahkan ada sejumlah pemain bintang yang dianggap sebagai pembawa sial di kompetisi tertinggi klub Benua Biru itu. Siapa sajakah mereka?

Berikut ini adalah sejumlah pemain bintang yang dianggap sebagai pembawa sial di Liga Champions seperti dikutip dari The Sun:

1. Chris Waddle

Chris Waddle (kiri)
Pada musim 1990/1991, Waddle sempat membawa Marseille ke final Liga Champions (masih bernama European Cup), tapi kalah adu penalti dari Red Star Belgrade. Mantan winger timnas Inggris itu meninggalkan Prancis pada 1992 untuk kembali ke Inggris bersama Sheffield Wednesday. Satu musim kemudian, Marseille kembali melangkah ke final Liga Champions. Meski tidak diunggulkan, Marseille akhirnya menang tipis 1-0 atas AC Milan lewat gol Basile Boli.

2. Jean-Pierre Papin

Papin bisa dibilang lebih sial dibanding Waddle. Pasalnya, striker timnas Prancis itu meninggalkan Marseille untuk bergabung dengan AC Milan pada 1992. Papin kemudian harus menghadapi mantan klubnya di final Liga Champions 1992/1993. Milan yang masih dijuluki “The Dream Team” ketika itu diunggulkan atas Marseille. Tapi, Papin bersama Milan harus tumbang 0-1 pada final yang berlangsung di Olympiastadion, Munich.

3. Patrick Berger

Patrick Berger
Menjadi bintang di Piala Eropa 1996, Berger menjadi rebutan sejumlah klub besar Eropa. Pemain asal Republik Ceko itu akhirnya meninggalkan Borussia Dortmund dan bergabung dengan Liverpool setelah hanya satu musim di Westfalenstadion.

Ditinggal Berger, Dortmund justru tampil mengejutkan di Liga Champions musim 1996/1997. Dortmund merebut satu-satunya trofi Liga Champions mereka hingga kini setelah mengalahkan Juventus 3-1 di final.

4. Markus Babbel

Menjadi runner-up Liga Champions bersama Bayern Munich musim 1998/1999, Babel meninggalkan Die Roten pada 2000 dan bergabung dengan Liverpool. Babbel kemudian mengalami masa-masa sulit di Anfield, sedangkan Munich berhasil meraih gelar Liga Champions 2000/2001.

5. Helder Postiga

Helder Postiga jebol gawang Norwegia
Menjadi juara Piala UEFA 2002/2003, striker timnas Portugal itu tidak mampu menolak tawaran menggiurkan Tottenham Hotspur dan hijrah ke White Hart Lane pada musim panas 2003. Postiga menjadi pembelian gagal Tottenham, sedangkan Porto justru berjaya di Liga Champions dengan menjadi juara musim 2003/2004 setelah mengalahkan AS Monaco di final.

6. Michael Owen

Michael Owen
Sepertinya banyak pemain lainnya, Michael Owen tidak bisa menolak tawaran bergabung Real Madrid. Pada 2004, Owen akhirnya meninggalkan Liverpool dan berlabuh di Santiago Bernabeu. Sayang, ambisi Owen untuk mengangkat trofi Liga Champions tidak terwujud. Owen lebih banyak absen karena cedera. Justru Liverpool yang mengejutkan dunia setelah secara dramatis mengalahkan AC Milan di final Liga Champions 2005 di Istanbul.

7. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic
Ibrahimovic sukses merebut lima gelar liga di negara berbeda. Tapi, jika bicara Liga Champions, bomber timnas Swedia itu selalu sial. Pada 2009, Ibrahimovic meninggalkan Inter Milan dan bergabung dengan Barcelona. Di musim itu, Inter di bawah asuhan Jose Mourinho justru sukses mengalahkan Bayern Munich di final Liga Champions.

Deja vu. Kejadian serupa dialami Ibrahimovic ketika meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan AC Milan. Ditinggal Ibrahimovic, Azulgrana berhasil merebut trofi Liga Champions 2011 ketika mengalahkan MU di final.

• VIVAbola   |   Share :