Milan Tak Gentar Hadapi Allegri Sebagai Musuh

Sebelum menukangi Juve, Allegri sempat melatih Milan.

Klub

Massimiliano Allegri. (juventus.com)

VIVAbola - AC Milan akan menghadapi Juventus dalam lanjutan Serie A, Sabtu 20 September 2014 (Minggu dini hari WIB). Ini untuk kali pertama Massimiliano Allegri datang ke San Siro sebagai musuh.

Sebelum membesut Si Nyonya Tua awal musim ini, Allegri sempat menukangi Rossoneri pada 2010 hingga 2014. Pelatih 47 tahun ini dipecat Milan pada Januari 2014 setelah serangkaian hasil buruk.

Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani sudah siap menyambut Allegri sebagai lawan. Dia bahkan mengaku masih memiliki hubungan yang baik dengan Allegri.

Ya, saya juga berbicara dengan dia baru-baru ini. Saya berharap dia beruntung untuk debutnya di Liga Champions. Kemudian, kami juga berbicara mengenai masalah organisasi. Namun tidak membahas mengenai Milan vs Juve,” kata Galliani seperti dilansir Football Italia.

“Apakah aneh melihat dia di bangku cadangan Juve? Setelah melihat Leonardo di bangku cadangan Inter, saya sudah merasa kebal. Saya siap untuk apa pun,” tegasnya.

Milan dan Juve sama-sama mengumpulkan enam poin setelah meraup kemenangan dalam dua pertandingan awal. Rossoneri menempati puncak klasemen dengan keunggulan selisih gol atas Bianconeri.

Lihat berita menarik lainnya dengan mengklik tautan ini.

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left

  • Tevez, Prajurit Juve yang Perlu Diredam AC Milan

  • Bintang Premier League Ini Meredup karena Kegendutan

  • Sebelum ke Juventus, Evra Akui Bemasalah di MU

  • Jadwal Siaran Langsung Sepakbola Akhir Pekan Ini

  • Kontra Juve, Milan Berstatus Underdog

  • Milan Waspadai Mesin Gol Si Nyonya Tua

  • Milan Jadi Tuan Rumah Final Liga Champions 2016

right

Inilah Starting Line Up Timnas U-19 Kontra Valencia B

Perubahan besar terjadi di lini depan.

Timnas Indonesia U-19 (Nine Sport)

VIVAbola – Timnas Indonesia U-19 akan menjajal Valencia B dalam Tur Spanyol, Kamis 18 September 2014 pukul 21.00 WIB di Ciudad Deportivo de Paterna, Valencia. Untuk laga ini, pelatih Indra Sjafri melakukan beberapa pergantian.
Beberapa pemain yang dimainkan pada laga kontra Atletico Madrid B pada 16 September 2014 lalu memang sengaja diganti pelatih Indra Sjafri. Di bawah mistar gawang, Indra Sjafri masih menempatkan Ravi Murdianto.

Di lini pertahanan, empat pemain yang dipercaya menjadi starter adalah Ricki Fajrin, Sahrul Kurniawan, Hansamu Yama Pranata, dan Putu Gede Juni Antara.

Nama Muhammad Hargianto tidak ada dalam daftar starter kali ini. Posisinya digantikan oleh Ichsan Kurniawan. Sementara dua nama lain di lini tengah masih diisi oleh sang kapten Evan Dimas Darmono dan tandemnya, Paulo Sitanggang.

Indra Sjafri mulai berani mengambil langkah berbeda di lini depan ketika menurunkan Dimas Drajad dan Septian David Maulana yang biasanya menjadi pelapis. Keduanya akan dimainkan sejak menit pertama.

Satu nama yang masih dipercaya mengisi pos lini serang timnas U-19 adalah Ilham Udin Armaiyn, yang merupakan langganan starter.

Nah, berikut starting line up Timnas U-19 kontra Valencia B:

Timnas Indonesia U-19: 1. Ravi Murdianto (GK), 14. Ricki Fajrin, 13. Sahrul Kurniawan, 16. Hansamu Yama, 2. Putu Gede, 24. Ichsan Kurniawan, 6. Evan Dimas, 17. Paulo Sitanggang, 20. Ilham Udin, 7. Dimas Drajad, 29. Septian David

Cadangan: 22. Diki Indriyana (GK), 4. Mahdi Albaar, 28. Irfandi Zein, 9. Dinan Yahdian, 18. Yabes Roni, 11. Hendra Sandi, 27. Miftahul Hamdi, 26. Rudolof Yanto Basna, 3. Febly Gushendra, 5. Fatchu Rochman, 8. Hargianto, 15. Maldini Pali, 10. Muchlis Hadi

Cedera: 19. Zulfiandi, 12. Awan Setho

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left

  • Penyelesaian Akhir Jadi Fokus Evaluasi Timnas U-19

  • Cerita Evan Dimas Santap Hidangan Lebaran

  • Sebelum Jajal Lebanon, Timnas U-19 Bakal Ladeni Yaman

  • Lawan UEA Jilid II, Momen Timnas U-19 Jajal Formasi Baru

  • Lawan UEA Jilid II, Timnas U-19 Pertahankan The Winning Team?

  • Timnas U-19 Hadapi Oman Dua Kali

  • TC Timnas U-19 di Yogyakarta Tak Berlangsung Hingga Akhir Maret

right

Kekuatan Finansial PSG Tak Menakutkan Ajax

Klub

Pelatih Ajax Amsterdam, Frank de Boer. (VIVAbola/Anhar Rizki Affandi)

VIVAbola – Jelang laga kontra Paris Saint-Germain (PSG), Frank de Boer coba memanaskan suasana dengan melayangkan psywar. Pelatih Ajax Amsterdam itu menyebut tim dengan finansial yang kuat tak selalu mudah meraih kemenangan.

PSG yang dimiliki oleh Nasser Al-Khelaifi memang memiliki dana melimpah, sehingga pemain-pemain bintang dengan mudah didapat. Meski begitu, Ajax tak cemas dan siap meladeni tim asal Prancis tersebut.

“PSG adalah tim yang sangat bagus untuk disaksikan dan mereka selalu coba memainkan sepakbola menyerang. Saya tidak melihat anggaran besar mereka. Saya hanya melihat mereka sebagai lawan,” ujar De Boer, dilansir Clubcall.

“Kami menghormati setiap lawan, tetapi kami selalu mencoba melihat di mana bisa mengambil keuntungan. Mereka tim berkualitas sekarang dan lebih berpengalaman. Itu adalah fakta. Tetapi, tim dengan anggaran besar tidak selalu menang,” sambungnya.

De Boer menyadari bila pelatih Laurent Blanc telah melakukan banyak perubahan di PSG dan mampu memaksimalkan deretan pemain bintangnya. Bahkan, di musim lalu PSG nyaris menjadi tim papan atas di Eropa.

“Tetapi, seperti yang selalu Johan Cruyff katakan bahwa ‘hanya akan ada 11 pemain di lapangan’. Dan itulah cara kami menyikapi mereka,” tutur pelatih berusia 44 tahun tersebut. (one)

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left

  • Ajax Cari Cara Netralisir “Sihir Ibracadabra”

  • Pemain Ini Jadi “Mata-mata” Jelang Ajax Vs PSG

  • Reuni Eks Bintang, Suarez Diklaim Masih Cinta Ajax

  • Rayuan Kekasih Cantik Ancam Skenario MU Pulangkan Ronaldo


  • Gelandang Juventus Sebut PSG Sia-siakan Pemain Muda

  • Ajax: MU Sebenarnya Bisa Dapatkan Blind Gratis

Ferdinand Umpat Moyes Lewat Biografi

Klub

Pemain Bintang


  • R. Ferdinand

Pemain Queens Park Rangers, Rio Ferdinand  

VIVAbola – Eks bek Manchester United Rio Ferdinand mengatakan, pendekatan taktis David Moyes saat melatih MU musim lalu sangat memalukan. Hal ini diungkapkannya dalam biografi berjudul, 2sides.

Menurutnya, Moyes pelatih yang tidak jelas dan gagal menerapkan pandangan dan taktik bermain terhadap para pemainnya. Hal itulah yang membuat MU tampil buruk dan gagal juara satu gelar pun musim lalu.

“Dia mencoba memaksakan pandangan yang dia punya. Tapi terkadang dia tidak pernah benar-benar jelas dengan pandangnnya itu,” tulis Ferdinand dalam buku biografinya itu seperti dikutip Tribal Football. 


“Alhasil, secara tidak sengaja, dia menciptakan getaran negatif terhadap dirinya dan membuat sosok Sir Alex Ferguson (mantan pelatih MU) selalu sosok yang positif,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, gaya bermain MU juga tidak jelas di bawah asuhan Moyes. Ditambah motivasi Moyes ternyata sangat berbeda dengan motivasi para pemain MU saat masih diasuh Alex Ferguson.

“Saya tak menikmati main di bawah asuhannya. Kadang taktik utama kami bermain bola panjang, bola atas, umpan silang. Sesuatu yang sangat memalukan. Inovasi Moyes menyebabkan situasi negatif dan kebingungan.”

“Dia juag selalu berpikir bagaimana menghentikan lawan. Bagaimana kami tidak boleh kalah. Padahal kami sudah terbiasa bermain untuk menang. Dia perlahan-lahan kehilangan dukungan dari kami (para pemain).”

Moyes dipecat musim lalu sebelum kompetisi berakhir. Posisinya sempat digantikan Ryan Giggs sebelum datang Louis van Gaal. Sementara Ferdinand saat ini membela QPR setelah kontraknya tidak diperpanjang MU.

Lihat artikel menarik lainnya di tautan ini.

© VIVAbola

BERITA TERKAIT

left

  • Gemilang Bawa MU Menang, Di Maria Tetap Dikritik Van Gaal

  • Fans MU Berharap Catatan Van Gaal Seperti di Barca & Bayern

  • 8 Fakta Menarik Usai MU Raih Kemenangan Perdana Musim Ini

  • Debut Mengesankan, Blind Jadi “Raja Passing” MU

  • Dikalahkan MU, Redknapp Sebut QPR Hanya Kurang Beruntung

  • Kado Istimewa Van Gaal untuk Sang Istri

  • MU Menang Besar, Van Gaal Belum Puas

right